
Maka lewat mata pencaharian ini, menjadi perhatian utama bagi pemerintah negeri liliboy, sehingga lewat berbagai terobosan negeri liliboy telah menjadi negeri binaan yang notabene sudah ditetapkan blok penghasil cengkeh dan pala.
Bapak Raja Lilibooi Orel Kastanya yang ditemui wartawan Malukuexpress.com di ruang kerjanya. Selasa (18/10) mengatakan bahwa lewat bidang pertanian yakni pembibitan cengkeh dan pala hal tersebut dapat mengembalikan citra Maluku yaitu dengan program bapak presiden dalam hal ini gemar menanam sejuta pohon.
Menanam sejuta pohon adalah menanam masa depan bagi anak cucu, maka dengan itu, upaya yang di lakukan oleh pemerintah negeri liliboy sehingga dapat memberikan kontribusi, melalui penyaluran penyaluran bibit cengkeh dan pala yang di lakukan baik oleh pemerintah provinsi Maluku lewat APBD tingkat I maupun pusat lewat aspirasi daripada DPRD,”kata Kastanya.
Lanjut Raja Liliboy, Program ini sangat berdampak pada perekonomian Masyarakat lilibooi, pembibitan yang di lakukan oleh Pemerintah negeri liliboy sudah di mulai dari tahun 2015 sampai 2022 puncaknya sangat di rasakan ketika di tahun 2015 sampai 2018 sedangkan pasca covid 19 dampaknya sangat menurun.
Tambahnya, ketika penyaluran bibit cengkeh harga per 6000 Rp, dan di salurkan 200 ribu anakan maka yang di peroleh bisa mencapai 1,2 Milyar yang beredar di negeri lilibooi, hal ini sangat berdampak signifikan bagi masyarakat lilibooi.
Kedepan, yang menjadi keinginan saya setelah berakhirnya covid 19 di negara ini, maka program ini bisa menjadi perhatian dari Dinas Pertanian dan segala kebutuhan Pemerintah Daerah Provinsi Maluku akan tanaman cengkeh dan pala dapat terjawab dengan baik.
Harapan saya bukan hanya pada dinas pertanian dan juga pada dinas perikanan, tapi kami selalu membuka diri dalam pengembangan di bidang perikanan, juga parawisata, sehingga apa yang menjadi cita-cita harapan membangun negeri dari segala aspek bisa tercapai demi menambah nilai aspek nilai ekonomi bagi daerah,”tutupnya. (Can)









