Malukuexpress.com / Masohi, 31 Oktober 2025 — Dentuman tifa dan sorak tepuk tangan membahana di kawasan Pelabuhan Ina Marina, Jumat malam (31/10). Suasana meriah menyelimuti pembukaan Pameran Budaya dan UMKM dalam rangka HUT ke-68 Kota Masohi, yang dibuka langsung oleh Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir.
Acara yang digelar di area terminal samping pelabuhan itu menjelma menjadi pesta rakyat penuh warna. Musik tradisional menggema, tarian daerah memukau, dan stan-stan UMKM berjajar menampilkan hasil kreativitas masyarakat lokal. Tak kurang dari 30 pelaku UMKM ikut ambil bagian, membawa semangat baru bagi kebangkitan ekonomi kerakyatan di jantung Maluku Tengah.
Dalam sambutannya, Bupati Zulkarnain menegaskan bahwa pameran ini bukan sekadar ajang seremonial, melainkan manifestasi semangat “Masohi Bersaudara” yang diwariskan Bung Karno sejak peresmian Kota Masohi tahun 1957.
“Perbedaan suku, bahasa, dan budaya yang hidup di Masohi bukan pemisah, tapi perekat persaudaraan. Inilah wajah Masohi yang plural dan penuh gotong royong,” tegasnya disambut tepuk tangan warga.
Lebih lanjut, Bupati mengingatkan pentingnya sinergi antara budaya dan ekonomi sebagai pilar pembangunan berkarakter.
“Ketika budaya dan ekonomi rakyat berpadu, maka lahirlah pembangunan yang berjiwa. Itulah Masohi yang sesungguhnya — bekerja bersama untuk kemajuan bersama,” ujarnya.
Acara yang turut dihadiri Forkopimda Maluku Tengah, Ibu Betty Epsilon Idroos, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XX Maluku Dody Wiranto, dan Ketua TP-PKK Asnawiyah Sahubawa, menjadi momentum kebangkitan baru bagi kota berjuluk Kota Sejarah.
Pameran ini tak hanya menampilkan ragam produk unggulan lokal, tetapi juga memperlihatkan semangat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam membangun ekonomi kreatif berbasis budaya.
Sorotan malam itu adalah penampilan memukau dari AMGPM Ranting Irene Cabang Siloam, yang membuka acara dengan tarian tradisional energik — simbol harmoni dan semangat muda Kota Masohi.
Dengan atmosfer yang begitu hangat dan penuh kebersamaan, HUT ke-68 Kota Masohi menjadi lebih dari sekadar perayaan — ia menjelma sebagai panggilan kebangkitan, menegaskan bahwa Masohi bukan hanya kota sejarah, tapi kota masa depan yang terus bergerak maju dengan semangat gotong royong. (CM)








