

Tema yang diangkat pada seminar nasional farmasi kali ini adalah “Peran Farmasi Dalam Mengembangkan Herbal Tradisional Daerah Kepulauan dan Pesisir serta Regulasi Pemerintah Dalam Bidang Kesehatan. Seminar dilaksanakan pada Kamis (29/09/2022). Di Cantika hotel dan merupakan seri kedua dari sosialisasi.
Forum diskusi tersebut terbuka secara umum dan tidak membatasi kapasitas peserta sehingga memberi kesempatan bagi seluruh mahasiswa dan masyarakat untuk dapat mengikuti seminar ini dan hampir 1000an yang mengikuti acara dimaksud.
Seminar ini mengupas tentang rasionalitas penggunaan herbal yang umumnya ada di tengah masyarakat Indonesia, baik dari segi keamanan, dosis, dan jangka waktu penggunaan.
Dr. Kimtoko , M.Sc dalam paparannya mengungkapkan pentingnya penerapan gaya hidup sehat dalam masa pandemi COVID-19, antara lain menjaga kebersihan, olahraga teratur, asupan nutrisi yang baik, penggunaan suplemen kesehatan dan penggunaan ramuan herbal/obat tradisional.
Ia pun memaparkan cara meracik atau meramu obat tradisional di rumah.. Menurutnya, “Masyarakat dapat mempersiapkan sendiri obat tradisional, atau menggunakan produk yang telah mendapat izin dari BPOM yang digolongkan dalam jamu, obat herbal terstandar”.
Mengingat penggunaan obat herbal di masyarakat yang makin meningkat dan dalam rangka meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan tradisional yang bermutu, dibuat pedoman atau standar pelayanan kesehatan tradisional terintegrasi yaitu Obat Herbal Asli Indonesia, “jelasnya.
Tambahnya, ada beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan dalam pengembangan obat bahan alam, yaitu pengaruh pada proses penyiapan bahan baku, variasi biologi, kompleksitas komposisi sediaan obat bahan alam, kandungan berbagai senyawa aktif, proses ekstraksi, potensi kontaminasi, kontrol mutu, dan uji non klinik.
Dalam pemaparannya juga, menyebutkan beberapa herbal yang umumnya digunakan untuk menjaga kesehatan tubuh masyarakat.
Pada kesempatan yang sama beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan produk jadi obat tradisional, yakni keaslian dan mutu produknya, yakni dengan membeli dari toko resmi, memperhatikan kondisi kemasan, label produk, izin edar, dan cara penyimpanan yang disarankan.
Dirinya juga menguraikan beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memanfaatkan obat tradisional, diantaranya adalah kemungkinan reaksi alergi/reaksi yang tidak diinginkan, takaran, kombinasi (misalnya dengan obat sintetis, karena dimungkinkan ada interaksi).
“Selain itu, penggunaan pada kelompok yang berisiko seperti pada wanita hamil, ibu menyusui, bayi, anak-anak, usia lanjut, dan orang dengan kondisi penyakit tertentu, juga perlu diperhatikan,” ujarnya.
“Saya menjadi pemateri di Stikes Maluku Husada sekaligus memotivasi agar Mahasiswa Maluku Husada bisa terlibat atau terjun juga ke daerah bencana Seperti yang kita ketahui Indonesia ini salah satu Negara rawan bencana, Karena kita terletak di Garis katulistiwa dan berbentuk kepulauan di Ambon ini.
Lebih lanjut, kata kimtoko, penggunaan obat tradisional yang diklaim mampu mengobati COVID-19, masih memerlukan penelitian dalam hal efektivitas, keamanan dan toksisitasnya, serta cara penggunaan yang tepat.
Sehingga lewat seminar yang diselenggarakan oleh Stikes Maluku Husada, diharapkan dapat membantu program pemerintah untuk mengedukasi masyarakat dalam pemanfaatan obat tradisional secara baik dan benar, terutama di masa pandemi COVID-19
Sementara itu, Apt. Anwar mengatakan bahwa di tahun 2019 terjadi Bencana Gempa Bumi di Ambon yang kurang lebih 6 SR dan itu saya terlibat dengan tim saya juga sebagai tenaga kesehatan membantu orang-orang di Maluku yang terdampak Bencana seperti di pulau seram, seram bagian barat dan di pulau haruku kita sempat ke pelauw dan wilayah kabau yang terdampak.
Lanjutnya, kurang lebih, tim kita 1 bulan untuk membantu warga dampak dan di wilayah Maluku. Jadi tujuannya itu biar adik-adik mahasiswa ketahui apa saja sih yang harus kita lakukan di daerah Bencana, dan selain bencana untuk obat-obatan pelayanan pasien, kita juga bisa terlibat psiko sosial atau trauma healing untuk dapat membantu psiko sosial adik-adik khusunya di daerah bencana, “tutupnya. (Can)






