Stikes Maluku Husada Melaksanakan, Sosialisasi Apoteker Herbal Indonesia Dalam Rangka Dies Natalis Yang Ke 13

Malukuexpress.com-Sosialisasi dan aktualisasi untuk eksistensi Apoteker Praktek Herbal Indonesia (APHI) yang profesional dan bertanggung jawab dalam mewujudkan Kemandirian, obat tradisional dan derajat serta kesejahteraan yang paripurna.

Bacaan Lainnya

Turut hadir dalam kegiatan ini, Ketua Apoteker Praktek Herbal Indonesia Dr. Kintoki, M.Sc selaku Narasumber, Kepala Dinas Kesehatan Maluku, Kepala Dinas Pertanian Maluku serta tamu undangan lainnya.

Kegiatan ini diselenggarakan atas kerjasama Stikes Maluku Husada dan Apoteker Praktek Herbal Indonesia (APHI) dalam menyongsong Dies Natalis Maluku Husada yang ke 13.

Dasar hukum kegiatan tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 06 tahun 2012 tentang industri dan usaha obat tradisional. Peraturan, Menkes Nomor 17 Tahun 2001 tentang ijin dan penyelenggaraan praktek tenaga kesehatan tradisional dasar. Peraturan Menkes Nomor 6 tahun 2016 tentang perilaku herbal asli indonesia.

Tujuan dan manfaat bagi anggota ikatan Apoteker Indonesia. Pertama, Agar dapat melakukan praktek herbal menjadi lebih siap, praktek Secara profesional dan terganggung jawab.  Kedua, Agar dapat meningkatkan kemampuan rasa percaya diri dan tanggung jawab untuk melakukan Apoteker herbal praktek mandiri.

Pelaksanaan acara sosialisasi dilaksanakan di Hotel Santika Kota Ambon. Rabu (28/09/2022). Dibuka langsung oleh Ketua Pembina Stikes Maluku Husada.

Ketua Sekolah Tinggi Kesehatan Maluku Husada DR. Syaril Salehu dalam sambutannya mengatakan bahwa, maluku ini sudah di kenal jaman VOC di tahun 1900 dalam masa perdagangan, kemudian seorang yang bernama Rompius dia adalah seorang serdadu kemudian dia suka berperang, dan pada usia yang ke 43 tahun beliau, memutuskan untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat dalam melakukan eksplorasi terhadap bahan-bahan alam di Maluku, tentunya Maluku merupakan sumber bahan-bahan herbal.

Oleh karena itu, untuk menjawab tantangan organisasi profesi terkhususnya bidang farmasi perlu mengambil peran penting mengikuti derajat kesehatan melalui keahlian.

Sehingga ada manfaat bagi Dunia Kesehatan kedepannya, tentunya menyatukan presepsi dan mampu menciptakan inovasi baru, “ucapnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Stikes Maluku Husada Hamda Tuny, S.Kep, M.Kes, mengatakan target kita, dalam waktu dekat kita ke institut atau ke universitas jadi marilah kita membuat MoU untuk mengembangkan profesi kesehatan.Kemudian kita juga kembangkan dan menjadikan keseriusan untuk benar-benar kita memperhatikan laboratoriumnya dan segala infrastruktur pendukung lainnya.

Olehnya itu, saya mengajak pada para pimpinan OPD di Maluku, untuk mari bekerjasama sehingga kita dapat mengembangkan basic profesi kita, untuk lebih maju lebih baik. (*can)

Pos terkait