Seorang Ayah Tega Cabuli Anak Kandungnya Yang Masih Dibawah Umur

Malukuexpress.com, Kepulauan Aru, Seorang Ayah di Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, berinisial JLR alias Soni (42) tahun akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dengan ancaman hukuman 15 tahun Penjara setelah dilaporkan melakulan persetubuhan dan pencabulan terhadap Anak kandungnya sendiri berinisial SMR alias Ane (15) tahun sejak Korban masih duduk di bangku SMP.

Kapolres Kepulauan Aru AKBP Dwi Bactiar Rivai, S.Ik.MH yang didampingi Kasat Reskrim Iptu Andi Armin, S.Sos,.MH dan Kasi Humas Iptu Fransisca Liantty Iwane, saat melakukan Konfrensi Pers di Mapolres Aru, Rabu (30/11/2022) mengaku, Pelaku JLR akhirnya berhasil ditangkap di hutan Depnaker oleh Tim Resmob Polres Kepulauan Aru yang dipimpin Ipda Kalep Rumtutuly, SH.

“Mungkin kelaparan karena tiga hari melarikan diri ke hutan Depnaker dan belum makan sehingga (Pelaku) dapat kita tangkap tanpa ada perlawanan,” ujarnya.

Dijelaskan bahwa pada hari Kamis tanggal 24 November 2022, pukul 21.53 Wit atau jam 10.53 malam, Korban yang sedang melaksanakan latihan Perayaan Natal, kemudian di telepon oleh Tersangka yang saat itu sedang berada di rumahnya tepat di dalam kamar dan memintah Korban untuk menjumpainya.

karena tidak ada kecurigaan, Korban setelah usai mengikuti latihan langsung menuju ke rumah Tersangka, namun sayangnya setelah sampai di rumah, Tersangka kemudian memaksa Korban dan melakukan pencabulan sekaligus bersetubu dengan Korban.

Usai melancarkan aksi bejatnya melakukan pelecehan seksual terhadap anak kandungnya sendiri, Pelaku baru memperbolehkan Korban untuk pulang ke rumah Tantenya.

Tidak hanya sampai disitu, ke-esokan harinya, tepatnya pada hari Jumat tanggal 25 November 2022 kurang lebih sekitar pukul. 19.30 Wit atau jam 7 malam, Tersangka JLR kembali menelpon Korban untuk mengikuti Tersangka ke rumahnya lagi, namun ajakan Tersangka itu ditolak oleh Korban karena pengalaman yang sebelumnya. Saat itu Korban sangat ketakutan dan melarikan diri ke rumah Ibu Kandungnya.

“Saat korban melarikan diri, tersangka kemudian mencari korban di rumah tantenya, namun karena tersangka tidak menemukan korban akhirnya marah dan membakar sepasang sepatu sekolah milik korban,” terang Kapolres.

Selanjutnya pada tanggal 26 November 2022 saat dimana Korban tidak tahan lagi dengan tindakan biadap Ayah Kandungnya itu, akhirnya Korban bercerita kepada Tantenya tentang apa yang dialaminya selama ini.

Korban menuturkan bahwa tindakan Pencabulan dan Persetubuhan oleh Ayah Kandungnya terhadap dirinya bukan baru pertama kali, namun telah dilakukan berulang kali, bahkan sejak tahun 2021 saat Korban masih duduk di bangku Kelas III SMP.

Ironisnya, kata Kapolres, kejadian ini juga pernah diketahui oleh Ibu kandung Korban, namun sempat diselesaikan secara kekeluargaan.

Pasal yang disangkakan adalah Persetubuhan dan Pencabulan terhadap Anak, yaitu Pasal 81 Ayat 1 Jo Pasal 76 D Ayat (2) dan (3), Pasal 82 Ayat 1 Jo Pasal 76 E dan Ayat 2 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Peraturan Pemerintah pengganti Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Untuk ancaman hukumannya adalah 15 tahun penjara,” tutup Kapolres.  (Moses)

Pos terkait