Usut Tuntas Dugaan Korupsi Dana Covid-19, Polres Kepulauan Aru Tahan Tiga Tersangka

Malukuexpress.com, Kepulauan Aru, Kepala Kepolisian Resort Kepulauan Aru, AKBP Dwi Bactiar Rivai, S.Ik.MH tak main-main dalam penanganan Dugaan Penyalahgunaan Keuangan Negara di Kabupaten KepulauanAru.  Hal ini terbukti dengan menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan Penyalahgunaan Dana Covid-19 tahun 2020. Kapolres Dwi Bactiar, Dalam konferensi persnya mengatakan bahwa sesuai audit Investigasi yang dilakukan BPKP provinsi Maluku ditemukan indikasi kerugian Negara dibeberapa OPD sebagai pelaksana kegiatan.

Dikatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan untuk beberapa saksi serta melakukan penyitaan dokumen dengan meminta kepada BPKP untukmelakukan perhitungan Kerugian Negara. Dan pada tanggal 18 Nopember 2022 katanya, BPKP perwakilan provinsi Maluku telah mengeluarkan hasil perhitungan kerugian keuangan Negara untuk Dinas Ketahanan Pangan sebesar 292 Juta rupiah lebih.

Dari hasil perhitungan kerugian keuangan Negara tersebut, dikatakan pihaknya kemudian melakukan gelar perkara dan menetapkan tiga tersangka di Dinas Ketahanan Pangan.

“Dari hasil perhitungan tersebut tanggal 25 Nopember 2022 kami melaksanakan gelar Perkara untuk penetapan tersangka di Dinas Ketahanan Pangan dan ada 3 orang yang kami tetapkan sebagai tersangka yaitu pertama berinisial MG, CR, dan DH. Masing-masing adalah penyedia, PPK dan KPA,”UngkapKapolresAru, DwiBactiar. Rabu 30/11/22. Dalam konferensi pers di Mapolres Aru yang didampingi Kasat Reskrim, Iptu Andi Amrin, S.Sos, MH.,dan Kasi Humas Iptu Fransisca Liantty Iwane.

Dijelaskan, setelah menetapkan tersangka, pihaknya melakukan panggilan kepada saksi untuk hadir dan ditahan.“pada hari senin tanggal 28 Nopember, saksi MG (penyedia) kami nyatakan tersangka dan ditahan. Kemudian tanggal 29 Nopember saksi CR (PPK) kami panggil nyatakan tersangka dan ditahan, dan tanggal 30 Nopember kita periksa saksi DH (KPA) dan kita nyatakan status tersangka dan kita tahan”. Jelasnya.

Dikatakan, Hasil kerugian sudah disita dari penyedia MG dan dalam waktu dekat berkas perkara akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Dobo. “hasil kerugian sudah kami sita dari penyedia MG, dan dalam waktu dekat berkas akan segera kami limpahkan ke-Kejaksaan Negeri Dobo”.Tandasnya.

Ditambahkan Kapolres, pasal yang disangkakan yaitu pasal 2 ayat 1,2 dan atau pasal 3 UU Nomor 31 tahun 1999 perubahan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak Pidana Korupsi. (Moses)

 

Pos terkait