Tak Sekadar Pentas Seni, Festival Budaya Ini Tembus Seleksi Nasional Dana Indonesiana

MX.COM, Ambon, 28 Februari 2026
Malukuexpress.com – Semangat pelestarian budaya kembali menggema di Kota Ambon lewat gelaran Festival Budaya bertajuk “Harmoni dalam Keberagaman Lestari dalam Budaya”. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen masyarakat budaya Maluku dalam menjaga warisan leluhur sekaligus membuka ruang ekspresi bagi generasi muda.

Festival ini dikemas dalam dua rangkaian kegiatan. Pada Jumat, 27 lalu, dialog budaya digelar di Baileo sebagai ruang diskusi dan refleksi kebudayaan.dengan
pembicara yang dihadirkan antara lain perwakilan Pemerintah Daerah, unsur Kepolisian, Sinode Gereja Protestan Maluku, MUI Maluku, serta budayawan Maluku.
Sementara hari ini Sabtu 28 panggung seni menjadi puncak acara dengan berbagai pertunjukan dari sanggar dan komunitas seni yang ada di Maluku

Kegiatan ini merupakan program yang didukung oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui skema Dana Indonesiana, bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Program ini awalnya merupakan bagian dari tahun anggaran 2025, namun pelaksanaannya bergeser ke tahun 2026 karena padatnya agenda nasional dan banyaknya penerima manfaat di seluruh Indonesia. Meski demikian, Kementerian memberikan waktu pelaksanaan hingga Oktober tahun ini bagi para penerima yang lolos seleksi proposal.

Diinisiasi Pemerhati Budaya Lokal
Marthen Pattileamonia, SE.,Gr.
Penggagas kegiatan ini merupakan pemerhati budaya yang juga pimpinan Sanggar Amarissa di wilayah Waihoka–Karang Panjang, Ambon. Proposal kegiatan diajukan secara perseorangan dan mendapat rekomendasi resmi dari Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.
Menurutnya, kesempatan ini menjadi motivasi besar bagi komunitas seni di Maluku.

“Anggaran ini sudah ada. Tinggal bagaimana kita ajukan dengan persyaratan yang lengkap. Ini ruang bagi musisi, sanggar, dan komunitas budaya untuk tampil dan berekspresi,” ujar Marthin
Ia juga menjelaskan bahwa komunitas atau sanggar budaya sebenarnya memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan dukungan dana, dengan syarat administrasi yang lengkap seperti akta notaris, NPWP, rekening lembaga, serta pengakuan dari pemerintah setempat.

Dorongan untuk Berkelanjutan

Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena dalam sambutannya sekaligus Membuka Acara Pentas Seni ini turut memberikan dukungan agar kegiatan seperti ini terus diajukan setiap tahun. Harapannya, festival budaya tidak berhenti sebagai agenda satu kali, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan yang memperkuat identitas budaya Maluku.

Melalui festival ini, masyarakat tidak hanya disuguhkan hiburan, tetapi juga diajak merasakan kembali nilai kebersamaan, keberagaman, dan harmoni yang menjadi ciri khas Maluku.
Dengan dukungan Dana Indonesiana,Marthin Pattileamonia
selaku penerima manfaat berharap semakin banyak komunitas budaya berani mengajukan proposal dan memanfaatkan peluang yang ada demi menjaga dan merawat kebudayaan daerah.

“Pentas seni ini menjadi simbol kolaborasi lintas iman dan lintas generasi dalam menjaga warisan budaya yang hidup di tengah masyarakat,
Festival ini bukan sekadar panggung seni—ini adalah panggung masa depan budaya Maluku.”tutupnya.(CM)

Pos terkait