Wakili Pj. Bupati Malteng, Rony J Hetaria Hadiri Pelatihan Penyusunan KTI

Malukuexpress.com, Masohi – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melaksanakan pelatihan penyusunan Karya Tulis Ilmiah (KTI) bagi para Dosen, Guru dan Mahasiswa di Masohi Maluku Tengah (Malteng), senin (14/8/2023).

Kegiatan yang berpusat di Hotel Isabela ini, dibuka langsung oleh Anggota Komisi VII DPR RI Mercy Criesty Barends dan dihadiri oleh Pj Bupati Malteng yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Kemasyarakatan Rony J Hetaria, Koordinator Bimtek BRIN Asep Saipudin, Anggota DPRD Malteng Zeth Latukarlutu, Peneliti Ahli Madia pada Pusat Riset Laut Dalam BRIN Voulda Dorencia Loupatty.

Hetaria mengatakan, KTI merupakan tolok ukur terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) suatu bangsa. KTI yang dipublikasikan pada jumal internasional merupakan salah satu ukuran penting untuk melihat kualitas penelitian di sebuah negara.

Terkait itu lanjutnya, kemampuan untuk menulis dan mempublikasikan KTI merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah. Menulis karya ilmiah tentunya perlu kemampuan yang cukup dan perlu tata tertib penulisan.

“Olehnya itu, dengan diadakan pelatihan ini selain dapat menambah ilmu dan wawasan Dosen, Guru dan Mahasiswa terkait KTI, hal ini juga dapat menjadi gebrakan baru untuk melakukan penelitian lebih banyak lagi dan lebih dalam lagi di dalam dunia pendidikan,” katanya.

Ditempat yang sama Anggota Komisi VII DPR RI Dapil Maluku Mercy Criesty Barends mengatakan, Kegiatan saat ini, untuk mendekatkan pengetahuan dan teknologi, baik itu dilingkungan pemerintahan, Dosen, Guru dan Mahasiswa. Sehingga mereka terbiasa, bahwa kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) bukan sesuatu yang ada di lingkungan para peneliti saja, yang ada para ruang tertutup dengan literasi yang tinggi.

“Iptek ini dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk pemerintahan pelayanan publik untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat pengembangan usaha-usaha ekonomi masyarakat dan seterusnya,” kata Politisi PDIP itu kepada wartawan saat dikonfirmasi.

Dikatakannya, Output yang paling pertama terhadap sains dan teknologi ini, dimulai dengan memperkenalkan cara berpikir metodis dan terukur dengan logical tingking, dimulai dengan penulisan KTI.

“Itu untuk mendorong komunitas baik itu mahasiswa, dosen, guru, untuk mulai berpikir bekerja menganalisis sesuatu dengan logical tingking, dengan dasar ilmu pengetahuan dengan benar dan bertanggung jawab,” jelasnya.

Ia juga meminta kepada Pemda, untuk pengembangan Iptek setiap Kabupaten/Kota wajib untuk membentuk Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA). Karena BRIDA dapat menyatukan Litbang Yang awalnya ada disetiap biro dan sebagainya, sehingga tidak terjadi everleeping anggaran.

“Misalnya ada satu dinas meneliti minyak VCO atau terumbu karang, atau tentang apa saja, mungkin pada dinas yang lain juga melakukan hal yang sama, untuk itu bentuklah BRIDA, sehingga tidak terjadi pengulangan riset,” jelasnya.

Tidak hanya itu, BRIDA juga bisa menjadi media center terhadap kerja yang berbasis inovasi mendekatkan Iptek terhadap perencanaan pembangunan.

“Jadi kalau perencanaan pembangunan dimulai dengan berbasis studi kelayakan, penelitian yang mantap langsung dari data primer yang ada, maka harapan kami target pembangunan sesuai apa yang diharapkan,” kata Barends. (ME-08)

Pos terkait