AMBON, Malukuexpress.com, 16 September 2025 — Kota Ambon berguncang. Sporthall Karpan mendadak jadi pusat perhatian nasional. Bukan konser, bukan festival, melainkan ledakan semangat olahraga lewat Garuda Yaksa Tournament IV 2025 yang resmi dimulai hari ini.
Turnamen karate ini bukan sekadar laga antar-atlet. Ia adalah simbol kebangkitan olahraga Maluku. Dari timur Indonesia, lahirlah pesan keras untuk Nusantara: “Maluku bukan lagi penonton, tapi pemain utama di panggung nasional!”
Dari Championship ke Turnamen Nasional
Sempat dikenal dengan nama Karate Garuda Yaksa Championship, kini event ini naik kasta jadi kejuaraan nasional bergengsi bertajuk Garuda Yaksa Tournament. Dengan tema membara “Kita Gapai Prestasi Gemilang”, turnamen ini menandai babak baru dalam perjalanan olahraga Maluku.
Ketua Panitia, Yopie Angwarmasse, menegaskan status nasional ini bukan hadiah, melainkan pengakuan nyata. “Indikatornya jelas: panitia pusat turun tangan, juri berlisensi internasional hadir, EO nasional dari Bandung mendukung. Maluku sudah diakui, titik!” tegasnya lantang.
Nasional, Tapi Fokus Maluku
Meski berlabel nasional, tahun ini peserta justru dibatasi hanya atlet dari Maluku. Alasannya? Ini jadi ajang seleksi super ketat menuju PON Beladiri 2025 di Kudus.
“Tidak ada Pra-PON kali ini. Semua provinsi langsung bertarung. Karena itu, data atlet harus valid, dari berat badan sampai mental tanding,” jelas Ricky Richard Risamena, Wakil Ketua Panitia sekaligus penanggung jawab pembinaan prestasi FORKI Maluku.
Profesionalisme Tanpa Celah
Untuk menjaga kualitas, panitia tidak main-main. EO nasional didatangkan, wasit internasional dipanggil, sistem pertandingan diperketat. “Saya punya banyak koneksi, tapi sportivitas adalah harga mati. Maluku harus melahirkan atlet, pelatih, dan wasit profesional,” ujar Yopie.
Dukungan Gubernur & Sponsor
Turnamen ini makin bergengsi berkat dukungan penuh Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, yang juga menjabat Ketua Umum FORKI Maluku. Sejumlah sponsor lokal, termasuk Bank BPDM, ikut menopang pembiayaan. Semua elemen — pemerintah, swasta, dan masyarakat — bergerak serentak dalam satu irama.
Api Kebangkitan dari Timur
Garuda Yaksa IV bukan sekadar lomba karate. Ia adalah panggung kebangkitan olahraga Maluku. Dari Ambon, api semangat ini diharapkan menjalar ke seluruh Indonesia.
“Kalau kita bersatu, menjaga profesionalisme, dan terus bekerja sama, saya yakin Maluku akan bangkit dan harum namanya di nasional bahkan internasional,” tutup Yopie penuh keyakinan dan semangat,sampai meneteskan air mata terharu, semangat yg membara demi anak anak Maluku. (CM)






