Diawasi Ombudsman dan Media, Rekrutmen Bintara Polri di Maluku Terapkan Sistem Transparan

MX.COM, Polda Maluku – Polda Maluku terus memperkuat komitmen transparansi dan akuntabilitas dalam proses rekrutmen anggota Polri melalui pelaksanaan Computer Assisted Test (CAT) Uji Akademik dan Uji Kompetensi Komputer Penerimaan Terpadu Bintara Polri Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung terbuka dan diawasi ketat oleh pengawas internal maupun eksternal.

Sebagai bentuk pengawasan langsung terhadap jalannya seleksi, Karo SDM Polda Maluku Kombes Pol Jemi Junaidi, S.I.K., M.M., turun meninjau pelaksanaan ujian CAT pada hari terakhir pelaksanaan seleksi di Kota Ambon, Rabu (20/05/2026).

Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan sesuai prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis), sekaligus menjamin proses penerimaan anggota Polri berlangsung objektif, profesional, dan bebas dari praktik kecurangan maupun intervensi.

Pelaksanaan Uji Akademik dan Uji Kompetensi Komputer tersebut berlangsung selama lima hari dalam beberapa gelombang sejak 13 Mei hingga 20 Mei 2026 di tiga lokasi berbeda di Kota Ambon, yakni SMA Negeri 2 Ambon, SMP Kristen YPKPM Ambon, dan SMP Negeri 19 Ambon.

Berdasarkan data panitia, pada hari terakhir pelaksanaan ujian tercatat sebanyak 453 peserta hadir dari total 456 peserta yang terdaftar, sementara tiga peserta lainnya dinyatakan tidak hadir.

Dalam pelaksanaan seleksi tersebut, Polda Maluku juga melibatkan pengawasan internal dari Itwasda dan Bid Propam Polda Maluku, serta pengawasan eksternal dari Ombudsman RI Perwakilan Maluku, Pranata Laboratorium Pendidikan Politeknik Negeri Ambon, hingga awak media.

Keterlibatan unsur eksternal itu menjadi bagian dari upaya Polri dalam membangun sistem rekrutmen yang bersih dan terpercaya serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses seleksi anggota Polri.

Karo SDM Polda Maluku Kombes Pol Jemi Junaidi menegaskan bahwa seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama untuk lulus berdasarkan kemampuan masing-masing tanpa adanya praktik titipan ataupun campur tangan pihak tertentu.

“Polda Maluku berkomitmen penuh menghadirkan proses rekrutmen Polri yang bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Tidak ada ruang untuk praktik kecurangan, titipan, maupun intervensi dalam tahapan seleksi ini. Seluruh peserta bersaing secara objektif berdasarkan kemampuan dan hasil yang diperoleh sendiri,” tegas Kombes Pol Jemi Junaidi.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar tetap percaya diri dan fokus dalam mengerjakan soal ujian yang meliputi pengetahuan umum, wawasan kebangsaan, penalaran numerik, bahasa Inggris, serta uji kompetensi komputer.

“Kerjakan seluruh soal dengan teliti dan tenang. Percaya pada kemampuan diri sendiri karena kelulusan ditentukan oleh hasil kerja keras dan kemampuan masing-masing peserta,” ujarnya.

Sebagai bentuk keterbukaan kepada publik, hasil ujian CAT dapat langsung diketahui peserta secara real-time sesaat setelah pelaksanaan ujian selesai. Sistem tersebut dinilai efektif meminimalisasi potensi manipulasi nilai sekaligus memperkuat prinsip transparansi dalam proses seleksi anggota Polri.

Pelaksanaan ujian dari hari pertama hingga hari terakhir berlangsung tertib, aman, dan lancar. Polda Maluku berharap proses rekrutmen yang terbuka dan profesional tersebut dapat melahirkan calon anggota Polri yang berkualitas, (*

Pos terkait