Astamana.Progres Pergantian dan Pemeliharaan JMP Capai 87%, Sebelum Natura Sudah Selesai

AMBON,MALUKUEXPRESS.COM-Jembatan Merah Putih (JMP) sepanjang 1.140 meter yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 4 April 2016 menjadi yang terpanjang di kawasan Indonesia Timur.

Jembatan ini menghubungkan sisi utara Kota Ambon, tepatnya Desa Rumah Tiga (Kecamatan Teluk Ambon) dan Desa Hative Kecil (Kecamatan Sirimau) pada sisi selatan.

Setelah 7 tahuan pasca peresmian, Pemeliharaan JMP Ambon pun dilakukan, Maka setelah pengecekan pihak konsultan di temukan sensor yang mulai bermasalah dan mulai dilakukan perbaikan.

Demikian disampaikan Bagus Astamana Kasatker PJN Wilayah I Maluku kepada media di ruang kerjanya, Minggu 3/12/2023.

Dikatakan, Sensor tersebut berfungsi untuk mendeteksi getaran gempa, keretakan beton, kecepatan angin dan lain-lain terutama untuk keselamatan jembatan.

Dari empat sensor yang digunakan, di buat pergantian pada tahun ini dan proses pergantian sudah berjalan 87 %, sebelum Natal semua sudah terpasang dan itu target saya,” Ujar Astamana

Kemudian juga dilakukan peremajaan terhadap lampu-lampu yang ada di JMP yang menggunakan tenaga surya yang mana kalau sampai 5 tahun sel baterainya sudah lemah maka itu kita remajakan semua. Termasuk papan informasi display yang di awal maupun di akhir. Yang awal eror atau tidak terbaca itu kami perbaiki dan sudah jadi. Selanjutnya juga ada lampu penerangan jalan yang rusak kita ganti dan sudah terlihat JMP di malam hari terang benderang.

Disingung soal anggaran pemeliharaan JMP setiap tahun menurut Astamana mencapai kurang lebih 1.5 Milliar. Salah satunya untuk pembersihan jalan karena masyakarat banyak sekali yang memanfaatkan JMP, namun sayangnya membuang sampah sembarangan sehingga harus dilakukan pembersihan dan lain-lain.

Kalau mengenai CCTV ada 4 yang terpasang besar,kecil yang sudah terpasang dari sejak peresmian sampai sekarang, Dan CCTV ini berfungsi untuk memantau jembatan, juga memantau arus lalu lintas, Bahkan Pihak Polda Maluku juga memantau kejadian yang tidak diinginkan seperti begal dan kejadian lainya di kantor lami.

Terkait kerja sama pihak Polda dengan kami soal CCTV itu kemarin sempat berkoordinasi dengan Kabag OPS Polda Maluku dan kami sampaikan bahwa CCTV JMP ini fokusnya untuk keselamatan struktur jembatan, bukan memantau lalu lintas ini berbeda fungsi. Karena kalau CCTV-nya kami arahkan ke jalan raya, maka ada bagian-bagian struktur jembatan yang tidak kami pantau nantinya.

“CCTV kita terindikasi dengan sensor, karena kalau sensor membaca retakan maka CCTV-nya akan mencari sensor tersebut. Jadi kalau kami arahkan CCTV ini kalau fokus ke jalan maka otomatis fungsi keselamatan jalan tidak berfungsi,” Tegas Bagus.

Pihaknya telah menawarkan dan mempersilahkan Polda Maluku jika berkeinginan memasang CCTV di JMP Ambon.

Kami persilakan Polda Maluku jika berkeinginan memasang CCTV di JMP, Karena CCTV ini juga dapat mengurangi tingkat angka kriminalitas di sekitar JMP. Kita tentu butuh kerja sama sehingga JMP terawat dengan baik maupun keamanan juga terjaga.

Iya menegaskan pihaknya sangat menentang hal-hal yang merugikan masyakarat saat melintasi JMP Ambon, Jadi intinya kita saling jaga termasuk juga menjaga keindahan JMP, Karena ini demi kepentingan dan keslamatan kita bersama.” Tutup Astamana

Pos terkait