MALUKUEXPRESS.COM, 31 Maret 2026, Ambon – Langkah besar akhirnya diambil! Rapat penting yang mempertemukan Kementerian ESDM, SKK Migas, INPEX, Pertamina, serta jajaran Forkopimda Provinsi Maluku dan para kepala daerah seperti Bupati Maluku Barat Daya (MBD) dan Bupati Kepulauan Tanimbar (KKT) resmi menghasilkan satu kata kunci: percepatan Blok Masela harus jalan sekarang!
Dalam rapat yang berlangsung serius namun penuh kesepahaman itu, semua pihak sepakat bahwa pengembangan Lapangan Abadi di Blok Masela bukan lagi wacana—melainkan prioritas nasional yang wajib dipercepat.
“Ini proyek strategis nasional. Artinya, seluruh level pemerintahan wajib all-out. Tidak bisa lagi berjalan biasa-biasa saja,” tegas Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa pernyataan usai rapat.
Tim Khusus Sudah Dibentuk, Siap Turun ke Lapangan
Pemerintah Provinsi Maluku bahkan sudah bergerak lebih dulu dengan membentuk tim terpadu melalui SK Gubernur Nomor 519. Tim ini berisi unsur penting dari tingkat provinsi hingga kabupaten, dan dalam waktu dekat akan langsung turun ke lapangan.
Sementara dalam Pertemuan Tenaga Ahli
Menteri ESDM Michael Wattimena Menyampaikan Pengantar lantas meminta Diputar visual rekaman Menteri Bahlil Lahadalia yang menyatakan Dukungan Penuh Terhadap realisasi proyek Blok Abadi Masela
Targetnya jelas: memastikan proyek raksasa ini tidak lagi tersendat dan segera terealisasi.
Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci. Pemerintah pusat, daerah, hingga stakeholder industri diminta bergerak dalam satu irama. Namun, satu hal juga ditekankan: dukungan masyarakat Maluku sangat menentukan.
“Kalau kita ingin proyek ini cepat jalan, maka semua harus ikut dorong. Kami minta doa dan dukungan masyarakat,” ujar Michael Wattimena
Isu BBM Memanas, Tapi Faktanya Aman!
Di tengah euforia percepatan proyek, muncul isu antrean panjang BBM di sejumlah SPBU yang sempat bikin resah. Tapi pemerintah langsung meluruskan: stok BBM aman, tidak ada krisis!
Pihak Pertamina sudah memastikan pasokan mencukupi untuk beberapa waktu ke depan. Antrean yang terjadi disebut lebih karena efek psikologis dan beredarnya informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Jangan panik. Pasokan aman. Ini lebih ke persepsi publik yang terpengaruh isu,” tegasnya.
Media Diminta Ambil Peran
Pemerintah juga mengajak media untuk ikut meredam situasi dengan menyampaikan informasi yang benar dan menenangkan masyarakat. Panic buying dinilai justru bisa memperburuk keadaan yang sebenarnya stabil.
Dengan keputusan besar dari rapat hari ini, Maluku kini berada di titik krusial: antara lonjakan ekonomi dari Blok Masela dan stabilitas energi yang tetap terjaga.
Satu pesan tegas disampaikan: Blok Masela harus jalan. BBM aman. Masyarakat diminta tetap tenang.(CM)






