Tual,malukuexpress.com -Ketegangan yang sempat membayangi hubungan pemuda di Desa Fiditan, Kecamatan Dullah Utara, perlahan mencair. Di tengah suasana Ramadan, personel Brimob Batalyon C Pelopor bersama Bhayangkari menggandeng pemuda Fiditan Kampung Lama, Kampung Baru, dan BTN Fiditan turun ke jalan membagikan takjil kepada warga – sebuah aksi sederhana yang menjadi simbol kuat rekonsiliasi dan persaudaraan, Jumat (13/3/2026)
Puluhan personel Brimob, Bhayangkari, dan para pemuda berdiri berdampingan di Jalan Raya Desa Fiditan menjelang waktu berbuka. Paket takjil dibagikan kepada pengendara dan masyarakat yang melintas, menghadirkan suasana hangat yang kontras dengan ketegangan yang sebelumnya sempat terjadi di antara kelompok pemuda setempat.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Rudi W. Muskitta, Ps. Danyon C Pelopor. Ia menegaskan bahwa aksi sosial ini bukan sekadar berbagi makanan berbuka, tetapi dirancang sebagai ruang membangun kembali komunikasi dan rasa persaudaraan di kalangan pemuda.
“Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kembali semangat persaudaraan di kalangan pemuda Desa Fiditan sekaligus mempererat hubungan antara personel Brimob dan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, Ramadan merupakan momentum yang tepat untuk menanamkan nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan dialog positif antarwarga.
Momen paling terasa ketika pemuda dari Kampung Lama dan Kampung Baru berdiri berdampingan membagikan takjil kepada masyarakat. Pemandangan itu menjadi pesan simbolik bahwa konflik sosial dapat diredam melalui komunikasi, kebersamaan, dan kegiatan yang membangun solidaritas.
Aksi tersebut juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara aparat keamanan dan masyarakat dalam menjaga stabilitas sosial di Kota Tual. Kehadiran Brimob bersama Bhayangkari tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga aktif membangun ruang persaudaraan di tengah masyarakat.
Melalui langkah sederhana namun bermakna ini, Ramadan diharapkan menjadi titik awal lahirnya kembali hubungan yang lebih solid, harmonis, dan kondusif di Desa Fiditan—serta menjadi contoh bahwa perdamaian dapat tumbuh dari tindakan kecil yang dilakukan bersama.
(PL)






