BRIN Berikan Pelatihan Teknologi Pengolahan Pisang di Desa Amahai, Ini Kata Pj Bupati Malteng

Malukuexpress.com, Masohi – Dalam rangka penguatan kapasitas sumber daya manusia di daerah sebagai bagian dari upaya penciptaan technopreneur. Anggota Komisi VII DPR RI Dapil Maluku Mercy Barends, melalui Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) pelatihan tekneologi pengolahan pisang, kamis (26/9/2024).

Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Mae Lou Eko Desa Amahai, Kecamatan Amahai Malteng, dihadiri oleh Pj Bupati Malteng yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang pembangunan dan kemasyarakatan Zahlul Ikhsan, Anggota Komisi VII DPR RI Dapil Maluku Mercy Barends melalui zoom, Plh Dirut Kemitraan riset dan inovasi, yang diwakili oleh Ahmad Muntahar, kepala Kecamatan Amahai serta 250 peserta dari Kecamatan Amahai dan Kota Masohi.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya Pj. Bupati Malteng yang disampaikan oleh Staf Ahli Bidang pembangunan dan kemasyarakatan Zahlul Ikhsan. Mengatakan bahwa, Pemda Malteng sangat mengapresiasi dan menyambut baik kegiatan ini serta menyampaikan terimakasih kepada Anggota Komisi VII DPR RI Dapil Maluku Ibu Mercy Barends dan Pimpinan BRIN yang telah menginisiasi terselenggaranya kegiatan ini di Kecamatan Amahai Malteng.

“Kami sangat menyambut baik dan mendukung kegiatan ini karena sangat sejalan dengan upaya Pemerintah Daerah dalam rangka penguatan kapasitas sumber daya manusia di Daerah sebagai bagian dari upaya penciptaan technopreneur, untuk meningkatkan daya saing UMKM, menguatkan ekosistem inovasi, serta mendorong peningkatan ekonomi daerah dan nasional,” ucap Bupati.

Menurutnya, hal ini sangat penting untuk di dukung bersama, mengingat bahwa kekayaan dan potensi Maluku khususnya di Malteng yang begitu kaya, dan sudah seharusnya dikembangkan dengan riset inovatif agar sumber daya yang tersedia terkelola secara baik dan akan memberi nilai tambah dan berdampak mensejahterakan masyarakat.

“Kami berharap dengan adanya pelatihan dari BRIN ini, masyarakat bisa mengolah pisang menjadi berbagai macam usaha dengan memanfaatkaan kemajuan teknologi, sehingga tidak hanya menanam dan menjualnya. Apabila masyarakat bisa mengolahnya, maka saya yakin pendapatan dan ekonomi masyarakat bisa meningkat,” pintah Sahubawa.

Ia juga berharap kepada seluruh peserta, agar benar-benar memanfaatkan kesempatan baik ini untuk belajar dengan sungguh-sungguh, demi memperkaya pengetahuan dan mendapat pengalaman untuk pengembangannya di lapangan dalam mengolah berbagai potensi sumber daya alam yang bernilai jual dan akan memberi efek positif pada perputaran ekonomi.

“Kedepannya, kami sangat berharap dukungan dan kerjasama dari BRIN dengan Pemerintah Daerah untuk meningkatkan pemanfaatan teknologi pada masyarakat dan UMKM dengan mensinergikan periset serta sarana dan prasarana riset BRIN yang diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan hasil riset dan inovasi yang berkontribusi dalam peningkatan produktivitas dan daya saing daerah dan nasional,” harap Sahubawa. (ME-08)

Pos terkait