Covid – 19 Hambat Pengunjung Perpustakaan dan Matikan Media Center

Malukuexpres.com, Namlea, Kabupaten Buru, Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Buru mengalami penurunan aktivitas pengunjung setelah munculnya Pandemi Covid – 19, selain itu, Media Center yang permah di operasikan lembaga penyedia buku bacaan ini ikut macet akibat terpaan corona virus yang melanda sebagian besar belahan dunia.

Merosotnya pengunjung dan macetnya Media Center ini disampaikan oleh pustakawan ahli Madya Abd. Azis, SE kepada Wartawan Media ini diruang kerjanya, Jalan Pendidikan Namlea Kabupaten Buru. Kamis, 11/ 9/2021.

Bacaan Lainnya

Menurunnya angka partisipasi pengunjung yang datang di Perpustakaan ini ditandai dengan berkurangnya jumlah orang yang datang di Perpustakaan yang letaknya dijantung kota kayu putih ini.

Seperti disampaikan Azis, sebelum adanya wabah, tercatat lebih dari 150 orang pengunjung setiap harinya memenuhi ruangan pembaca. Dari catatan tamu, jumlah pengunjung terbanyak adalah pelajar, diikuti Mahasiswa dan PNS.

“dimasa Pandemi, untuk kehadiran 100 pengunjung saja sudah paling susah ” keluh Azis

Tahun 2021, angka pengunjung terbanyak terjadi pada bulan Oktober, yaitu sebanyak 150 pengunjung, dan yang paling minim, dalam catatan tamu pengunjung hanya 9 orang

Diketahui, pada tahun 2015 Perpustaan ini telah memiliki Media Center sendiri dan pengoperaskannya di gratiskan untuk para pengunjung dan pegawai kantor, Media Center ini di dukung oleh 8 unit komputer, dan dikhususkan untuk pengunjung dan akses internetnya gratis

“hanya pengunjung yang mempunyai kartu anggota Perpustakaan yang digratiskan,” kata Azis.

Mereka yang memiliki kartu diperbolehkan memimjam buku hingga batas waktu 3 hari, selanjutnya bisa dilakukan perpanjangan waktu peminjaman.

Wabah Covid – 19 sangat berpengaruh dalam perkembangan Media Center, sambung Azis, akibat dari penyakit yang menakutkan ini, anggaran untuk kegiatan media Center terputus dalam arti terpangkas.

“Sementara ini internet gratis tidak ada lagi, perangkatnya juga sudah dipindahkan ke Dinas infokom ” jelas Azis diruang kerjanya yang berdekatan dengan bekas ruang Media Center

Ditanya tentang upaya mengembalikan normalisasi pengunjung Perpustakaan.

Azis menjelaskan, tahun 2022 nanti ada bantuan TIK (Teknologi Informasi dan Komumikasi) bantuan ini dikhususkan untuk pengembangan TIK

” Kita akan bangun kembali media sentre ini supaya bisa menarik kembali minat baca masyarakat terutama adik – adik kita pelajar dan Mahasiswa supaya kembali pada masa sebelum menyebarnya penyakit yang mematikan ini” beber Azis.

Lain lagi dengan Arsip Daerah, pengelolaan kearsipan ini, Pustakawan Azis berharap agar arsiparis yang pernah mengikuti diklat agar segera di angkat menjadi arsiparis.

Arsiparis adalah seseorang yang memiliki kompetensi dibidang kearsipan yang diperoleh melalui pendidikan formal dan / atau pendidikan dan pelatihan kearsipan serta mempunyai fungsi, tugas dan tanggungjawab melaksanakan kegiatan kearsipan.

” kita berharap dalam hal ini Pemerintah Daerah khususnya pada teman – teman kita yang pernah mengikuti diklat arsiparis supaya segera di angkat menjadi arsiparis karena lembaga ini membawahi 2 bagian,
Satu Perpustakaan yaitu identik dengan Pustakawannya.

Sementata arsiparis yaitu orang orang yang sudah mengikuti diklat arsiparis fungsional” jelas Azis panjang lebar.

Harapan Azis kepada Pemerintah Daerah untuk pengangkatan arsiparis sangatlah mendasar

“jadi mereka itu harus di angkat, kalau tidak, bagaimana nantinya penyelenggaraan arsip kedepan ” harapnya¬† (La Musa / I w)

Pos terkait