Gubernur Maluku HL di Halal Bihalal Nusamba: Blak-blakan Soal Krisis, Janji, dan Masa Depan Maluku !

MALUKUEXPRESS.COM, Ambon, 14 April 2026, Acara Halal Bihalal “Ade Kaka Nusamba” di Maluku berubah jadi panggung pernyataan tegas dan penuh energi dari Gubernur Hendrik Lewerissa. Di hadapan masyarakat Nusa Laut dan Ambalau, ia tampil blak-blakan membahas kondisi daerah—dari krisis ekonomi hingga masa depan generasi muda.

Sejak awal, suasana langsung “panas”. Gubernur menyebut energi persaudaraan malam itu luar biasa, bahkan diibaratkan bisa “membangkitkan listrik”. Pernyataan ini langsung disambut antusias hadirin.

Tak hanya itu, Hendrik Lewerissa juga mengangkat isu budaya dengan menegaskan bahwa halal bihalal adalah warisan Islam Nusantara yang unik dan tidak dimiliki negara lain. Ia bahkan membandingkan dengan Uzbekistan yang tidak mengenal tradisi tersebut.

Namun yang paling menyita perhatian adalah bagian ketika Gubernur mulai bicara jujur soal kondisi ekonomi.

“Kondisi Tidak Baik-Baik Saja!”

Dengan nada tegas, Hendrik Lewerissa mengakui bahwa situasi ekonomi global sedang berdampak serius hingga ke Maluku.

“Mengeluh tidak akan mengubah keadaan. Katong harus hadapi ini!”

Pernyataan ini dinilai sebagai sikap terbuka yang jarang disampaikan kepala daerah di forum publik.

Janji Kampanye Disorot, Gubernur Angkat Bicara. Ia juga menyinggung soal janji pembangunan yang belum terealisasi.

Namun ia menegaskan, Bukan karena pemerintah tidak peduli. Tapi karena anggaran daerah sedang dipangkas

“Rencana ada, tapi anggaran dari mana?” ujarnya lugas.

Ambalau Tertinggal, Ini Penyebabnya Gubernur secara terbuka mengakui ketimpangan: Nusa Laut sudah mulai berkembang, Ambalau masih tertinggal

Penyebab utamanya adalah status jalan di Ambalau yang masih menjadi kewenangan kabupaten, bukan provinsi.

Solusinya: dorong perubahan status agar bisa segera dibangun.

Pesan Keras untuk Anak Muda Maluku, Dalam bagian yang paling “nendang”, Hendrik Lewerissa menegaskan:

“Yang paling penting bukan sumber daya alam, tapi sumber daya manusia!”

Ia mengingatkan generasi muda agar Fokus pendidikan, Tidak terlena organisasi, Siap bersaing di dunia kerja.

15 Ribu Lapangan Kerja Menanti, Gubernur juga membocorkan peluang besar ke depan, Blok Masela akan merekrut hingga 15.000 tenaga kerja dan Maluku Integrated Port akan merekrut ribuan pekerjaan baru.

Warning kerasnya, “Jangan sampai orang Maluku jadi penonton di negeri sendiri!”

Realistis: Tidak Semua Harus Sarjana, Ia juga menegaskan pentingnya keterampilan, Teknik Bengkel, Servis, Keahlian vokasi lainnya.

Menurutnya, dunia kerja butuh skill, bukan sekadar gelar.

Persatuan Jadi Kunci di Tengah Krisis. Di akhir pidato, Gubernur mengajak masyarakat menjaga pela gandong sebagai kekuatan utama. Ia menekankan bahwa persatuan dan toleransi adalah modal besar untuk menghadapi masa sulit.

Penampilan Hendrik Lewerissa di Halal Bihalal Nusamba jadi sorotan karena, Berani jujur soal krisis ekonomi, Terbuka soal keterbatasan anggaran, Tegas soal ketimpangan wilayah, Visioner soal masa depan Maluku

Acara ini bukan sekadar halal bihalal, tapi jadi momentum penting yang menunjukkan arah kepemimpinan Maluku ke depan: realistis, terbuka, dan penuh dorongan optimisme. (CM)

Pos terkait