Malukuexpress.com, Kegiatan Sosialisasi Gerakan Penanggulangan Stunting Program Kementerian Koordimator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) yang bekerjasama dengan Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Tahun 2024.
Berlangsung di Aula Kantor Negeri Hative Kecil. Selasa 9 Juli 2024.
Turut hadir, Mewaakil Kesbangpol Maluku Sekretaris Badan Egmon Sinay, Raja Hative Kecil, Ketua FKUB Maluku Adull Latuapo, Pembimas Budha Kanwil Kemenag Maluku Sujiyanto.
Erwin Tijoe, S.T., M.Comp Wakil Sekjen Permabudhi Pusat sekaligus Tim Gerakan Nasional Revolusi Mental Permabudhi 2024 dalam wawancaranya mengatakan bahwa, “Kegiatan ini adalah kegiatan dari permabudhi (Persatuan Umat Budha Indonesia), dimana kita berkolaborasi bersama dengan Kemenko PMK dalam artian Program Gerakan Nasional Revolusi Mental, dan Topik yang kita ambil adalah Pencegahan Stunting, karena kita ketahui bersama bahwa stunting ini menjadi masalah nasional, jadi kita ingin memberikan sedikit kontribusi bagi Bangsa dan Negara.
Lanjutnya, Kenapa kita memilih Provinsi Maluku, karena secara data, Provinsi Maluku juga lumayan tinggi, diatas angka Nasional, dan kebetulan Permahudhi Maluku, baru terbentuk tahun lalu, dan kita juga ingin memperkenalkan Permabudhi Maluku, dan biar teman-teman Permabudhi di Maluku terlibat aktif dan selalu bersemangat dalam kegiatan lintas agama, lintas organisasi dengan pemerintah, dan demi kita bersama untuk menuju Indonesia Emas 2045.
Sehingga kita membutuhkan kolaborasi bersama dan butuh semua pihak bersatu, maka itu, ada Gerakan Indonesia Bersatu, Gerakan Indonesia Melayani, dan Gerakan Indonesia Mandiri agar kemandirian di diri kita sendiri dapat tercapai,”jelasnya.
Kemudian terkait pemberian paket perbaikan gizi dari Permabudhi Pusat untuk beberapa bulan kedepan dari Bulan Juli hingga September, Tjoa mengungkapkan, Program ini akan digencarkan di 3 bulan kedepan, jadi setiap minggu yakni 12 minggu, teman-teman di Permabudhi Maluku mempunyai tanggung jawab penuh untuk terus hadir terus memberikan paket perbaikan gizi yang berupa daging, telur, susu untuk anak-anak kita dan disetiap minggu dilakukan monitoring baik itu pengukuran tinggi badan, berat badan, apakah ada perkembangan atau tidak, sehingga paket yang diberikan tepat sasaran sesuai peruntukkannya.
Dimana, Permabudhi akan melakukan komunikasi dengan penerima paket bantuan tersebut, bagaimana ada perkembangankah atau tidak, dan kalau ada masalah dilaporkan sehingga ada hal-hal yang perlu ada solusi sehingga tercapai apa yang kita capai kedepannya.
Kedepan kita berharap diakhir 3 bulan itu akan terjadi perubahan yang signifikanlah, mungkin tidak berapa dan mungkin ada perubahanlah, sehingga membutuhkan komunikasi yang lebih intens dalam pencegahan stunting.
Ditempat yang sama, Ketua Permabudhi Provinsi Maluku Ibu Tjoa Tinnie Pinontoan terkait tanggung jawab untuk pemberian Paket Bantuan Perbaikan gizi pencegahan Stunting oleh Permabudhi Pusat.
“Permabudhi Maluku sangat antusias menyambut baik mandat yang diberikan untuk kami di Maluku, dan tentunya kami akan pantau terus dengan bekerjasama dengan Puskesmas dan nantinya setiap minggunya akan selalu kami monitoring,”terangnya.
Lanjutnya, Kita akan bawa kebutuhan-kebutuhannya dan akan pendataan terkait berat badannya, tinggi badannya dll) dan kita bekerja keras untuk melihat perkembangan dari penerima bantuan tersebut sampai selesai, dan semoga ada hasilnya, “tutupnya.

Kemudian dari Sekretaris Kesbangpol Maluku Egmon Sinay yang diwawancarai mengatakan bahwa, pemerintah daerah sangat berterimakasih kepada Permabudhi yang telah sama-sama telah mendukung pemerintah dserah dalam penanggulangan stunting.
Dirinya berharap program ini, tidak terpusat di Kota Ambon saja, kedepan juga di tahun mendatang bisa berlanjut di 11 Kabupaten Kota di Maluku. (*






