Lannching Program Santunan Dhuafa, ini Penjelasan Pj. Bupati Malteng

Malukuexpress.com, Masohi – Sejak dilantik pada bulan September 2023 lalu, Pj. Bupati Maluku Tengah (Malteng) Dr. Rakib Sahubawa mempunyai moto yaitu, menurunkan masalah kemiskinan di Malteng, dengan program santunan Dhuafa.

Program ini bertujuan untuk menurunkan tingkat kemiskinan, terutama kemiskinan ekstrim, memberikan perlindungan dan jaminan sosial bagi kaum dhuafa, serta memenuhi kebutuhan dasar yang layak bagi kemanusiaan.

Bacaan Lainnya

Oleh karena itu, Pemkab Malteng melalui Dinas sosial memberikan santunan kepada anak yatim, piatu, yatim piatu, janda dan lansia di Kecamatan Kota Masohi sebanyak 212 orang, yang berpusat di Baileo Ir Soekarno Pandopo Bupati Malteng, senin (4/12/2023).

“Besaran santunan untuk kaum Dhuafa deberikan berdasarkan tiga desil, desil I sebesar Rp 250.000, desil II Rp 200.000, dan desil III sebesar Rp 150.000, yang diberikan selama tiga bulan terhitung Oktober, November Desember 2023,” hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial M. Namakule.

Dijelaskannya, Total penerima manfaat untuk Kecamatan Kota Masohi sebanyak 212 orang kaum dhuafa. yang terdiri dari desil I sebanyak 109 orang Rp 81.750.000, desil II 51 orang Rp 30.600.000, dan desil III sebanyak 52 orang Rp 23.400.000. Total Rp 135.750.000.

“Skema bantuan santuanan Dhuafa bersifat perseorangan, untuk masing-masing kaum Dhuafa, selain itu ada juga insentif tambahan untuk penghulu masjid yang berada di kota masohi, terdiri dari Imam wakil Imam dan Marbot,yang saat ini akan kami bayarkan secara tunai kepada penerima. ,” jelas Namakule.

Ditambahkannya, pembayaran penerima manfaat di kecamatan lain, akan disusul di seluruh 18 kecamatan di Kabupaten Maluku Tengah.

Pada kesempatan itu juga Pj. Bupati Malteng Dr. Rakib Sahubawa mengatakan, selama kepemimpinan sebagai Pj. Bupati Malteng, dirinya mempunyai inovasi dengan melakukan langkah strategis dan konkrit, pada berbagai aspek dengan menetapkan 15 prioritas kerja.

Dalam upaya menurunkan tingkat kemiskinan terutama kemiskinan ekstrem, penurunan stunting, pengendalian inflasi, kemudahan investasi, penggunaan produk dalam negeri, penguatan birokrasi, peningkatan kualitas dan jangkauan layanan pendidikan dan kesehatan, serta stabilisasi politik dan keamanan.

“Kegiatan ini adalah bukti konkret dari komitmen pemerintah daerah dalam menjawab panggilan kemanusiaan. Santunan Dhuafa ini bukan sekadar sebuah program, melainkan sebuah langkah nyata dalam menjalin kebersamaan dan merawat satu sama lain, sesuai dengan ajaran agama yang luhur,” kata Sahubawa.

Dikatakannya. Untuk penanganan kemiskinan terutama kemiskinan ekstrem, Pemda Malteng melakukan gerakan inovasi Dompet Kasih Sayang Dhuafa atau DOMPET SIAFA yang diimplementasikan melalui pemberian santunan dhuafa.

“Sebagai sebuah inovasi strategis, program ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan bantuan materi, tetapi juga untuk memberikan sentuhan kehangatan dan kepedulian kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan. Anak yatim, piatu, yatim piatu, janda, dan lansia adalah bagian dari keluarga besar kita, dan sebagai orang beragama, kita bertanggung jawab untuk saling membantu,” jelas Sahubawa.

Melalui launching ini Sahubawa berhara, bahwa program santunan dhuafa dapat menjadi solusi yang berkelanjutan untuk mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Maluku Tengah.

“Saya mengajak semua pihak, baik dari unsur pemerintahan, masyarakat, dan dunia usaha, untuk bersama-sama mendukung dan melibatkan diri dalam pelaksanaan program ini, sehingga kemiskinan ekstrem di Maluku Tengah benar-benar dapat kita selesaikan sesuai arahan dari Presiden Republik Indonesia dan kebijakan Gubernur Maluku,” pintahnya.

Pada kesempatan itu juga, ia menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada BAZNAS Kabupaten Maluku Tengah, yang telah menjadi mitra terpercaya dalam mendukung pembiayaan program ini.

“Khususnya atas pemberian tambahan insentif kepada para imam dan penghulu masjid di wilayah kecamatan Kota Masohi. Tambahan insentif ini merupakan bentuk penghargaan atas peran mereka dalam menyebarkan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan,” ucap Sahubawa. (ME-08)

Pos terkait