Lillo, Dikbud Malra Bidang SMP Kelola DAK Reguler Untuk 12 Kegiatan

  • Whatsapp

Langgur, MX. com. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maluku Tenggara untuk Bidang SMP nilai total DAK Reguler untuk tahun anggaran 2019 sebesar, Rp. 14.346.399.000 dana ini dibagi menjadi 12 item kegiatan. Pengadaan peralatan laboratorium komputer, kemudian pembangunan laboratorium IPA dan perabotnya, pembangunan perpustakaan SMP beserta perabotnya, pembangunan jamban siswa guru beserta sanitasinya, rehabilitasi ruang belajar dan atau ruang penunjang lainya, rehabilitasi ruang guru beserta perabotnya, rehabilitasi ruang kantor beserta perabotnya, rehabilitasi jamban siswa guru beserta sanitasinya, pengadaan media pembelajaran SMP, pengadaan sarana PJOK, pengadaan peralatan seni budaya, pengadaan peralatan kesenian tradisional. Hal ini disampaikan Oleh Kepala Bidang Dasar SMP Kabupaten Maluku Tenggara, Ramly Lillo diruang kerja. Jumat (22/11).

Ramly menjelaskan bahwa, untuk pekerjaan fisik rata-rata sudah mencapai 50 persen dan dilaksanakan secara surkulolas. Saat ini, Kepala sekolah sudah mengajukan pencairan dana tahap dua, persyaratannya yaitu harus melampirkan foto dokumentasi fisik pekerjaan minimal 40 persen keatas terhitung pekerjaan dari pondasi sampai ring balok untuk bangunan baru, kemudian untuk pengadaan ada beberapa yang sudah 100 persen dan sudah terdistribusi ke sekolah-sekolah seperti pengadaan peralatan laboratorium komputer untuk keperluan ujian nasional berbasis komputer, pengadaan media pembelajaran berupa leptop juga untuk keperluan ujian nasional berbasis komputer juga sudah terdistribusi, pengarahan sarana PJOK (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) juga sudah terdistribusi ke sekolah-sekolah, pengadaan peralatan seni budaya dalam hal ini peralatan seni berupa Gitar, keyboard, juga sudah terdistribusi ke sekolah-sekolah, kemudian pengadaan peralatan kesenian tradisional berupa peralatan kesenian sesuai budaya lokal seperti Tifa, gong, suling dan ukulele itu juga sudah terdistribusi ke sekolah-sekolah SMP, adapun kendala fisik di beberapa sekolah yaitu masalah lahan sehingga pekerjaan agak terhambat karena musti ada penyelesaian dengan pemilik lahan agar pekerjaan bisa dilanjutkan sehingga tidak menimbulkan masalah dalam pelaksanaan pekerjaan.

Ramly lebih menjelaskan bahwa, Mekanisme pencairan dana kelola ini untuk tahap pertama, itu persyaratannya hanya kepala sekolah menandatangani MoU dengan kepala dinas dan dengan MOU itu maka sudah menjadi dasar untuk dicairkan tahap pertama sebesar 40 persen dari jumlah total dana. “Nah dana 40 persen ini dipergunakan oleh Kepala sekolah untuk memulai pekerjaan sehingga dengan dana 40 persen ini minimal pekerjaan yang harus diselesaikan juga 40 persen keatas”, seperti bangun perpustakaan dan laboratorium itu minimal sampai ring balok, setelah fisik bangunan sudah sampai 40 persen keatas maka pihak sekolah dalam hal ini kepala sekolah mengajukan permohonan pencairan tahap kedua adapun syarat pencairan tahap kedua yaitu, dokumentasi fisik pekerjaan minimal 40 persen dan laporan pertanggungjawaban keuangan berupa bukti-bukti pembelian material dan pembayaran upah tukang, kemudian dari bidang memproses mengajukan permohonan pencairan ke Kepala Dinas dengan dibuat Surat Permintaan Pembayaran (SPP) dan Surat Perintah Membayar (SPM).

Lanjutnya, Jadi kita dibidang hanya memproses administrasi dana tersebut dari kas daerah langsung ke rekening sekolah. terkait pengelolaan dana itu sepenuhnya menjadi kewenangan kepala sekolah dan komite.

Tambahnya, kemudian dari total 12 item tadi, akumulasi secara umum kira-kira presentasi pekerjaan tersebut sudah berapa persen apabila total keseluruhan. Hal ini harus dipisahkan seperti pengadaan barang semuanya sudah 100 persen.

Dalam hal ini sudah terdistribusi sedangkan untuk pekerjaan fisik konstruksi karena dilaksanakan secara soakelolah oleh kepala sekolah rata-rata masih 50 persen, jadi dana sekolah yang sudah dicairkan tahap kedua sementara berproses dan sudah 50 persen kecuali ada beberapa yang belum dan yang belum berarti belum mencapai 40 persen sehingga belum mencapai tahap dua,”jelasnya.

Lebih lanjut Ramly menjelaskan Untuk pengadaan barang sudah selesai jadi tidak ada masalah dan untuk fisik, kami tetap menghimbau serta mendorong kepala sekolah untuk tetap dipercepat penyelesaian pekerjaan karena rata-rata sudah 50 persen dan kami optimis pada sebelum 31 desember kami sudah rampung 100 persen dan mungkin ada beberapa yang belum tetap kami upayakan untuk segera menyelesaikan pekerjaannya.

Saya berharap terkait dengan banyak persoalan yang dihadapi dilapangan terutama setiap pembangunan yang masuk pada desa demi untuk membangun desa, kemudian khusus bidang pendidikan ini berpulang untuk membangun anak-anak. (Metty Naraha)

Pos terkait