MALUKUEXPRESS.COM, Marsela,– Masyarakat Pulau Masela, Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku merasa kecewa kepada Kementrian Pekerjaan Umum melalui balai wilayah sungai Maluku. Dimana Proyek Embun yang dibangun Oleh Negara lewat APBN pada lokasi desa Marsela, Desa Ilbutung dan desa Bululora hanya proyek untuk menghamburkan uang negara untuk dinikmati Kontraktor bersama Pejabat teknis yang bertanggungjawab pada Balai Sungai Maluku.
Kekecewaan itu diluapkan masyarakat via Telepon seluler kepada media ini. Kamis (10/10/2024).
Masyarakat menyampaikan bahwa Bangunan yang menelan anggaran miliaran rupiah dari Kas Negara lewat APBN sampai sekarang tak pernah berfungsi.
John Urlialy, Tokoh Masyarakat Pulau Marsela kepada wartawan, saat di wawancarai mengatakan, bahwa proyek pembangunan Embung seharusnya dapat membantu ketersediaan debit air di pulau marsela tapi ternyata proyek tersebut hanya menjadi pajangan dan menghabiskan uang negara miliaran rupiah. ‘padahal masyarakat pulau marsela berharap dengan adanya embun – embun bisa membantuk ketersediaan air tapi nyatanya masyarakat semakin mengalami krisis air bersih’ ungkapnya.
Masyarakat Pulau marsela berharap, Komisi pemberantasan Korupsi (KPK) untuk bisa melakukan peninjauan proyek negara di desa Bululora, desa marsela dan desa ilbutung terkait proyek embun yang tidak punya dampak bagi masyarakat Indonesia yang hidup di Pulau Marsela.
“Kami mendesak KPK turun gunung, biar tidak ada lagi konsiparasi proyek yang menjadikan pulau marsela sebagai tempat pelaksanaan proyek yang tak ada dampak tapi menghabiskan miliaran uang negara ”tegasnya.
Sementara itu, sampai berita ini diturunkan belum ada tanggapan dari kepala balai sungai terhadap proyek embun di pulau marsela. (*






