Ormas Pulau Seram Minta Pangdam XV Pattimura Beri Sangsi Tegas Kepada Ajudan Gubernur Maluku Dari TNI AD

MX.COM, Ambon. Dugaan penghinaan kepada mahasiswa asal Pengunungan Seram Utara,
Pada saat Upacara Peringatan hari ulang tahun ( HUT) Ke-81 Republik Indonesia di lapangan merdeka Ambon senin 17 Agustus 2026 oleh ajudan gubernur Maluku mendapat tanggapan serius dari Organisasi Masyarakat Pulau seram yang berada di kota Ambon.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Anak Seram Bersatu (ASB) Provinsi Maluku Josyes Do Santos Walalayo mengecam dengan keras tindakan tidak terpuji yang di lakukan oleh oknum yang di duga merupakan ajudan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa yang bernama Rahim serta diduga berdinas pada kesatuan tertentu di bawah Naungan Kodam XV Pattimura.

Bacaan Lainnya

Walalayo Menegaskan dalam vidio yang beredar di media sosial terdengar sejumblah ucapan yang di nilai merendahkan dan bernuansa rasis dengan menyebut kata bodok, monyet serta tau etika kepada mahasiwa yang beranama Will Ropena.

Yang seharusnya tidak beretika itu Oknum Ajudan tersebut, Seharus yang bersangkutan harus hadir dengan pendekatan yang baik dan Humanis bukan seperti seorang Preman.

“Ini Negara Pancasila, Negara merajut Keberagaman dan Etika Moral Pancasila, Bukan Preman, “tegasnya.

Apalagi oknum tersebut mau merampas surat dari tua tua adat negeri Manusela yang diisi dalam bambu atau bulu serta di balut dengan kain berang yang merupakan tradisi adat yang sudah menjadi turun temurun yang terus di pelihara hampai ke anak cucu saat ini Ujar Walalayo yang juga merupakan bagian dari masyarakat adat manusela tersebut dari garis keturunan mata rumah Lilihata.

Dirinya mendesak Gubernur Maluku Segera menonaktifkan yang bersangkutan sebagai ajudan dan kepada Instansi yang bersangkutan bekerja harus segera memeriksa dan bila perlu lakukan pemecatan kepada oknum ajudan yang tidak menghargai Perbedaan alias Rasis dan tidak menghargai tananan adat kami masyarakat Pulau seram kususnya Negeri Manusela.

Aktivis muda asal Pulau seram ini juga sangat menyayangkan Oknum Tokoh Pulau seram dan Oknum Yang mengaku sebagai aktivis Maluku dalam pernyataannya mengatakan jangan membesar-besarkan persoalan tersebut.

Ini merupakan pernyataan yang lucu dan tidak masuk logika dari Oknum-Oknum tersebut.

jujur kami sangat kecewa dengan pernyataan mereka dan kami menduga serta menilau mereka ini adalah oknum yang tidak peka dengan rasis dan penghinaan terhadap tardisi adat istiadat padahal mereka juga bagian dari anak maluku. (Tim)

Pos terkait