MALUKUEXPRESS.COM, Dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Banda Neira Yacht Race 2026 terus mengalir. Pembina Ambon Sailing Community (ASC) yang juga Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku Affandy Hasanusi, S.STP., M.Si memberikan apresiasi tinggi atas terobosan yang dilakukan ASC dalam membangun hubungan internasional yang berdampak langsung bagi masyarakat Maluku.Terkhusus Pulau Banda Maluku Tengah.
Menurut Affandy, langkah yang dilakukan ASC di bawah kepemimpinan Ketua ASC, Nico Tulalessy, merupakan contoh nyata kolaborasi cerdas yang mampu menghadirkan manfaat besar tanpa membebani keuangan daerah.
“Di tengah efisiensi anggaran pemerintah, ASC mampu menghadirkan event internasional yang seluruh dukungan utamanya berasal dari Darwin, Australia. Ini menunjukkan kreativitas, jaringan, dan semangat kolaborasi yang luar biasa,” ujar Affandy.di Ruangan Kerjanya. Selasa 23 Juni 2026.
Ajang Banda Neira Yacht Race 2026 bukan sekadar perlombaan layar internasional. Event yang akan mencapai puncaknya pada 8 Agustus 2026 di Banda Neira ini menjadi simbol penguatan hubungan persahabatan antara Maluku dan Australia melalui jalur budaya, sosial, ekonomi, dan pariwisata.
Affandy menilai keberhasilan ASC menghadirkan 16 kapal layar dari Darwin membuktikan bahwa hubungan yang dibangun selama bertahun-tahun telah berkembang menjadi kemitraan yang kuat dan saling menguntungkan.
“Ini bukan hanya soal wisata bahari. Yang dibangun ASC adalah jembatan persaudaraan antara masyarakat Maluku dan Australia. Dampaknya bisa membuka peluang investasi, bantuan sosial, promosi pariwisata, hingga pengembangan ekonomi masyarakat di Banda,” tegasnya.
Lebih menarik lagi, para peserta yacht dari Australia tidak hanya datang untuk berlayar, tetapi juga membawa misi sosial berupa bantuan alat olahraga, serta program orang tua asuh bagi anak-anak sekolah di Banda Neira.
Affandy menyebut model kolaborasi seperti ini patut menjadi contoh karena menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat citra Maluku di mata dunia.
Dengan antusiasme peserta yang terus meningkat, Pemerintah Provinsi Maluku mendorong agar Banda Neira Yacht Race masuk dalam agenda tahunan pariwisata internasional Maluku.
“Banda memiliki kekuatan sejarah dunia, rempah-rempah, budaya, dan keindahan laut yang luar biasa. Event ini menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan seluruh potensi itu kepada dunia internasional,” katanya.
Sementara itu, Ketua ASC Nico Tulalessy menegaskan bahwa fondasi utama kegiatan ini adalah hubungan emosional yang telah lama terjalin antara komunitas pelayar Australia dengan masyarakat Banda.
Melalui momentum ini, ASC juga membuka jalan menuju program yang lebih besar, yakni Rally to the Maluku, yang diharapkan dapat menarik lebih banyak kapal layar internasional dan memperkuat posisi Maluku sebagai destinasi bahari kelas dunia.
Kolaborasi antara ASC, Pemerintah Provinsi Maluku, komunitas pelayar Australia, serta berbagai instansi pendukung kini menjadi bukti bahwa diplomasi persahabatan mampu menghasilkan dampak nyata bagi pembangunan daerah.
Banda Neira Yacht Race 2026 bukan hanya lomba layar, tetapi simbol lahirnya jembatan emas kerja sama Maluku–Australia yang membawa harapan baru bagi kemajuan masyarakat, pariwisata, dan ekonomi Maluku di masa depan. (CM)






