Ambon. Malukuexpress.com, SMK Negeri 3, yang bermukim didesa Waiheru, Kecamatan Baguala, dalam tahun ajaran baru menerima siswa cukup banyak. Animo siswa tamatan SMP sederajat, banyak yang ingin melanjutkan pendidikan di-SMK Negeri 3 Ambon, sehingga pihak sekolah bengambil kebijakan PBM disekolah harus berputar 2 Sife. Demikian disampaikan kepala SMK Negeri 3,Ambon Slamet Riyadi,S.Pd, saat ditemui diruang kerjanya, Rabu, 14 September 2022. Dijelaskan,karena keterbatasan ruang belajar, kelas X, dan XI, mereka mengikuti Proses Belajar Mengajar masuk pagi,sedangkan untuk kelas XII, PBM dijadwalkan mulai bulan Oktober 2022, masuk siang. Menurutnya pihak sekolah menerima siswa baru cukup banyak,sehigga ruang belajar,atau kelas dikurangi dan unutk tahun 2022 ini dikurangi 2 kelas, dan tahun depan juga dikurangi 2 kelas.agar kondisi PBM biasa kembali normal, ungkap Slamet. Jika mengikuti persyaratan, sekolah unggulan seperti SMK Negeri 3 ini minimal harus memiliki 40 ruang belajar atau kelas. Padahal tahun ajaran 2020-2021, SMK Negeri 3, mencapai 46 kelas, mengingat ruang teori, tidak cukup, sehingga pakai ruang praktek untuk PBM,ini bererti melanggar ketentuan atau persyaratan,sehingga tidak merasa nyaman,bagi siswa yang akan praktek,untuk itu sejak bulan Oktober 2022, akan dikurangi ruang belajar menjadi 38 kelas, ungkap Slamet.
Sesuai undang-undang Pendidikan Nasional,setiap kelas, hanya biasa menampung 36 siswa,tidak seperti tahun lalu 45 siswa dan untuk sekolah yang dikategory dalam kota, minimal 20 siswa perkelas, jika lebih resikonya guru yang sudah sertifikasi dikelas yang siswanya lebih, tidak akan mendapat tunjangan sertifikasi.
Namun jika sekolah tersebut bukan masuk category sekolah dalam kota, atau yang dikenal dengan sekolah, Terdepan ,Terpencil, Terluar,(3T), masih diperbolehkan, siswanya bisa diatas 20 perkelas. Untuk SMK Negeri 3, Ambon,yang bermukim didesa Waiheru, termasuk persekolahan dalam kota, dengan jumlah siswa,1160, 42 kelas, baik kelas X,XI dan XII, tutup Slamet Riyadi. (Izk).






