DPRD Tanimbar Sukses Lakukan Terobosan Strategis Demi Kesejahteraan Rakyat

Saumlaki, Malukuexpress.com– Kunjungan kerja Gabungan Komisi-Komisi DPRD Kabupaten Kepulauan Tanimbar ke Jakarta menghasilkan terobosan strategis yang berpotensi besar meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam agenda padat bersama kementerian dan DPR RI bulan April 2025, Para Legislator Tanimbar berhasil menyuarakan isu-isu prioritas daerah, mulai dari peningkatan kuota TNI-Polri di Maluku, pengembangan sektor perikanan, hingga legalisasi minuman tradisional sopi.

Kuota TNI-Polri Didorong untuk Perbatasan Tanimbar

Salah satu pencapaian penting adalah usulan penambahan kuota TNI dan Polri di Provinsi Maluku, khususnya di wilayah perbatasan seperti Kepulauan Tanimbar. Langkah ini dinilai vital untuk memperkuat keamanan nasional serta memastikan perlindungan bagi masyarakat di daerah terluar Indonesia.

Perikanan Tanimbar Jadi Fokus Ekonomi Daerah

Dalam pertemuan tersebut, Representasi Ribuan Masyarakat di Bumi Duan Lolat ini menekankan pentingnya pengembangan sektor perikanan Tanimbar sebagai potensi ekonomi unggulan. Dukungan dari pemerintah pusat kepada nelayan lokal diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kelautan dan memperkuat ketahanan pangan di wilayah kepulauan.

Harga Tiket Pesawat Saumlaki–Ambon Akan Ditekan

Masalah mahalnya harga tiket pesawat rute Saumlaki–Ambon juga menjadi perhatian utama. Para Legislator mendesak pemerintah pusat dan maskapai agar menghadirkan kebijakan tarif yang lebih terjangkau guna meningkatkan konektivitas antarpulau dan mobilitas warga.

Perda Legalisasi Sopi: Dari Budaya Menuju Industri Ekonomi

Selain itu sorotan terbesar terkait keberhasilan dalam merampungkan Peraturan Daerah (Perda) tentang legalisasi dan standarisasi minuman tradisional sopi. Setelah perjuangan panjang lintas periode, kini Perda tersebut siap ditandatangani oleh Bupati Tanimbar.

“Keberhasilan ini adalah kebanggaan masyarakat Tanimbar. Legalisasi sopi bukan sekadar pengakuan budaya, tapi juga membuka potensi ekonomi lokal yang sah dan produktif,” ujar Wakil Ketua Komisi II, Amrosius Rahanwati yang berhasil dihubungi media ini via seluler.

Sopi Siap Tembus Pasar Ekspor

Dengan Perda ini, produksi sopi masuk dalam jalur legal dan berstandar, sehingga dapat dikembangkan menjadi industri minuman lokal berlabel dan berkualitas ekspor. Ini tidak hanya mendukung pelestarian budaya, tapi juga menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat identitas ekonomi Kepulauan Tanimbar.

Kunjungan kerja ini membuktikan bahwa DPRD Kabupaten Kepulauan Tanimbar terus berkomitmen memperjuangkan aspirasi masyarakat dari sektor keamanan, ekonomi, transportasi hingga budaya. (*Petu)

Pos terkait