Malukuexpress.com – Banda, Maluku Tengah | 16 Oktober 2025. Suasana tenang di Perairan Banda mendadak berubah jadi kepanikan besar pada Kamis pagi (16/10/2025). Sebuah kapal motor tradisional bernama KM Sarana Perkasa milik Hj. Usman, warga Banda, meledak dan terbakar hebat usai menabrak karang di depan Pulau Karaka.
Kapal berukuran GT 34 yang mengangkut BBM jenis minyak tanah itu terbakar sekitar pukul 09.40 WIT, memicu ledakan keras yang terdengar hingga perkampungan nelayan terdekat.
“Awalnya kami lihat asap hitam tebal, lalu terdengar ledakan seperti bom! Api langsung membesar,” ungkap salah satu warga Banda yang menyaksikan langsung peristiwa itu.
Menurut keterangan awal, nakhoda kapal diduga tidak melihat mercusuar yang menjadi penanda adanya karang di sekitar lokasi. Akibatnya, kapal menghantam karang dan terguling sebagian sebelum api melalap seluruh badan kapal.
Petugas dan warga yang menggunakan perahu cepat langsung menuju lokasi untuk membantu, namun api sulit dikendalikan karena muatan minyak tanah terus menyulut kobaran api.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Tim SAR, TNI AL, dan aparat kepolisian perairan masih melakukan penyisiran di sekitar Pulau Karaka guna memastikan kondisi awak kapal.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kecelakaan laut di perairan Maluku, terutama kapal pengangkut BBM yang kerap beroperasi tanpa pengawasan ketat.
Fakta Cepat yg di ambil yakni, Nama Kapal: KM Sarana Perkasa, Pemilik: Hj. Usman (Warga Banda), Muatan: Minyak Tanah, Lokasi: Perairan Pulau Karaka, Kepulauan Banda Waktu Kejadian: 16 Oktober 2025, pukul 09.40 WIT. Dugaan Sementara: Menabrak karang, lalu meledak. (*






