Malukuexpress.com, Sekolah Menengah Kejuruan dengan menggunakan konsep 8+i berharap keselarasan yang menyeluruh dan mendalam antara SMK dengan dunia kerja tidak terbatas di Kamari Hotel Kadewatan Kota Ambon Senin (26/09/2022).
Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan provonsi Maluku DR.Ir.Insun Sangadji.M Si dalam menyampaikan sambutannya katakan bahwa, Penandatanganan MoU konsep 8 + i Link and Match yang dimaksudkan adalah Kurikulum disusun bersama sejalan dengan penguatan aspek soft skill, hard skill dan karakter kebekerjaan sesuai kebutuhan dunia kerja, pembelajaran diupayakan berbasis projek rill dan dunia kerja untuk memfasilitasi hard skill, soft skill dan karakter yang kuat, peningkatan jumlah dan peran guru/ instruktur dari industri maupun pakar dari dunia kerja, tingkatkan secara signifikan sampai minimal 50 jam/ semester/program keahlian, riset terapan yang mendukung TEFA (Teacing Faktori).
Lanjutnya, berdasarkan kebutuhan, ‘Komitmen” serapan lulusan oleh dunia kerja sedangkan huruf “I” adalah berbagai kemungkinan kerjasama yang dapat dilakukan dengan dunia kerja berupa beasiswa dan /atau ikatan dinas, contoh dalam bentuk peralatan laboratorium dan lain-lain.
“Penandatanganan MoU. Konsep 8 + i Link and Match yang dimaksudkan yaitu kurikulum disusun bersama sejalan dengan penguatan aspek softskills, hardskill dan karakter kebekerjaan sesuai kebutuhan dunia kerja”.
Pembelajaran diupayakan berbasis projek rill dan dunia kerja untuk memfasilitasi hardskill, softskill dan karakter yang kuat, peningkatan jumlah dan peran guru/instruktur dari industri maupun pakar dari dunia kerja, tingkatkan secara signifikan sampai minimal 50 jam/ semester/ program keahlian, riset terapan yang mendukung TEFA (Teacing Faktori) berdasarkan kebutuhan, ‘Komitmen” serapan.
“Lulusan oleh dunia kerja sedangkan huruf “I” adalah berbagai kemungkinan kerjasama yang dapat dilakukan dengan dunia kerja berupa beasiswa dan atau ikatan dinas, contoh dalam bentuk peralatan laboratorium dan lain-lainnya,”tambahnya.
IDUKA dapat dipenuhi oleh satuan pendidikan link and mach, keterkaitan dan kesepadanan sangat perlu dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan industri, dunia usaha dan dunia industri (IDUKA) dengan kualitas lulusan sesuai program keahlian yang ada di SMK. Pemenuhan dunia kerja tidak hanya mengandalkan kompetensi teknis tapi juga soft skill dan budaya,”ujarnya.
Kerja yang ada pada IDUKA, penguatan ini yang perlu diperhatikan dalam penyelarasan kurikulum. Diharapkan dari Pelatihan Penyelarasan Kurikulum (Link and Match) ini akan menghasilkan produk yakni kurikulum yang diselaraskan antara pihak sekolah dengan IDUKA, Khusus untuk Program Keahlian Nautika Kepal Penangkap Ikandan Kompetensi Keahlian Agribisnis Air Payau,”ujarnya tutup.
Sementara itu, Ketua panitia Abusalim Paulwin, dalam paparannya menjelaskan bahwa, Tantangan besar yang harus dihadapi pemerintah Indonesia dalam upaya menciptakan tenaga kerja terampil sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia kerja, dalam hal ini adalah dunia usaha/dunia industri (DUDI) yang relevansinya menyangkut dua dimensi, yaitu sekolah dan dunia kerja atau masyarakat.
Lanjut Salim, Masalah banyaknya pengangguran salah satunya disebabkan oleh manajemen pendidikan yang kurang baik atau lulusannya yang tidak memiliki kompetensi, hal ini yang memunculkan dampak kekurangan tenaga kerja yang terampil sesuai dengan kebutuhan pasar masa kini.
Penyelarasan Kurikulum Link and match adalah salah satu kebijakan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang dikembangkan untuk meningkatkan relevansi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan kebutuhan dunia usaha/dunia industri (DUDI) khususnya.
Kebijakan tersebut pada dasarnya merupakan sarana untuk membangun kemitraan dalam mengembangkan program pendidikan dan pelatihan bidang keahliansesuai yang diselenggarakan pada satuan pendidikan SMK masing–masing, namun pada kenyataanya belum berjalan secara maksimal,”tutupnya. (*







