Pemkab Malteng Serius Bangun Dermaga Ferry di Seram Utara, APBD atau APBN Jadi Perdebatan Pemerintah incar titik di Negeri Paa, DPRD dorong pembiayaan dari pusat agar lebih cepat terealisasi

Malukuexpress.com, Masohi – Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah mulai serius menyiapkan pembangunan Dermaga Ferry di Seram Utara Barat. Dermaga ini direncanakan menjadi jalur alternatif SS untuk membuka akses transportasi laut dan menggerakkan ekonomi warga.

Sikap keseriusan itu terlihat dari peninjauan langsung Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir ke pesisir Negeri Paa, Kecamatan Seram Utara Barat, beberapa waktu lalu. Lokasi tersebut menjadi salah satu titik yang diusulkan untuk pembangunan dermaga.

Namun di tengah kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, muncul pertanyaan: dari mana pembiayaan dermaga ini akan diambil?

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Maluku Tengah, Ali Nurlette, menyatakan ekspektasi pembiayaan pembangunan dermaga saat ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

“(Ekspektasi pembiayaan pembangunan Dermaga) ya APBD. Ini upaya dalam rangka meningkatkan PAD,” ujar Nurlette di Masohi, Selasa (7/4/2026).

Ia menambahkan, jika dibangun dengan skema APBD maka pembangunannya bisa dilakukan secara multiyears.
“Bisa saja pembiayaan secara multiyears kalau dari APBD. Dan rencananya tahun 2027 nanti dilihat pada dokumen perencanaan yang akan disiapkan,” kata Ali Nurlette.

Menurutnya, jika pembiayaan berasal dari APBN maka pengelolaannya akan diambil alih pemerintah provinsi sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat.
“Karena kalau pusat yang bangun berarti Pemerintah Provinsi yang kelola sebagai perwakilan pemerintah pusat,” ujarnya.

Pemda juga telah berkoordinasi dengan ASDP untuk penyiapan armada. “Nantinya kita bersama ASDP yang menyiapkan armadanya,” ujar Ali Nurlette.

Berbeda dengan Pemda, anggota DPRD Maluku Tengah dari dapil Seram Utara justru mendorong agar proyek ini dibiayai APBN.

Jainal Efendi Ie dari Partai Amanat Nasional menilai anggaran daerah tidak akan cukup.
“Kalau hemat saya itu anggarannya langsung dari kementerian. Karena anggaran APBD tidak mungkin bisa merealisasi rencana tersebut,” ujar Jainal, Senin (6/4/2026).

Senada, Ardiansyah Makatita juga mendukung penuh pembangunan Pelabuhan Feri Teluk Dalam tersebut. Ia menyebut jalur ini strategis karena tidak hanya menghubungkan antar kecamatan, tetapi juga membuka peluang transportasi antar kabupaten.

“Jalur strategis ini tak hanya jadi penghubung antar kecamatan melainkan dapat membuka peluang untuk jalur transportasi antar kabupaten,” tutur Ardiansyah.

Ia menilai perlu ada intervensi APBN mengingat daerah sedang terdampak efisiensi.
“Kedepan ini mungkin bisa dikelola oleh daerah, keuntungan bagi daerah jika dermaga ini difungsikan maka membuka peluang PAD,” jelasnya.

Dengan adanya dermaga ini, Pemkab Malteng berharap konektivitas Seram Utara semakin terbuka dan menjadi penopang pertumbuhan ekonomi baru di pesisir utara Pulau Seram. (ME-08)

Pos terkait