Proyek LIN dan ANP Dibatalkan, Indikasi Manuver Politik Legislatif Maluku Lemah

JAKARTA – Beredar kabar Mega proyek Ambon New Port (ANP) yang diintegrasikan dengan Lumbung Ikan Nasional (LIN) di Provinsi Maluku dibatalkan pemerintah oleh pusat mendapat kritik keras dari elemen masyarakat Maluku.

“Kalau alasan ada sisa ranjau perang Dunia II dan gunung berapi aktif di dasar laut itu alasan yang berlebihan, dan menunjukkan bahwa negara ini tidak serius membangun Maluku” kata Freni Lutruntuhluy, yang baru saja mendirikan Forum Rakyat Maluku Bersatu ini di Jakarta pada Senin (14/03/2024).

Ia menegaskan, dibatalkannya proyek tersebut membuktikan bahwa pemerintah dan DPR sama-sama tidak memiliki konsep yang matang karena rencana proyek tersebut telah ada di tiga masa kepemimpinan bangsa ini sejak Periode SBY.

Freni Lutruntuhluy mengatakan, dirinya merasa kaget setelah mendapat berita yang dirilis tribun Ambon pada hari ini dengan mengatakan kabar tersebut langsung dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan di Jakarta saat bertemu wakil rakyat asal Maluku.

Menurutnya, Forum Rakyat Maluku Bersatu (RMB) yang baru saja dibentuk ini akan secara tegas meminta pertanggungjawaban pemerintah atas janji manis yang telah merayu masyarakat Maluku sehingga masyarakat Maluku terlena dan terlanjur menaruh harapan besar terhadap proyek tersebut.

“Kami tidak akan main-main dengan persoalan ini. Dan kami juga tegaskan bahwa lembaga legislatif sekarang ikut menjadi bagian dari masalah ini sehingga tidak perlu melakukan pencitraan menyongsong tahun-tahun politik”, ungkapnya.

Dia juga menegaskan bahwa jika terdapat gunung berapi aktif dan di dasar laut serta penyebaran ranjau-ranjau dari sisa Perang Dunia II di sekitar lokasi proyek ini mestinya menjadi alasan pembatalan itu sudah dilakukan tahun-tahun sebelumnya.

“Bayangkan kalau belum lama ini berita tentang proyek ini katanya mau jalan, sekarang tidak lagi. Ini apa. Jangan mempermainkan masyarakat Maluku seperti itu. Ini juga menunjukkan bahwa manuver politik lembaga parlemen kita sangat lemah”. (*)

Pos terkait