Rumah Warga dan Pasar Waesili di Hantam Ombak, Pemda Bursel Diminta Perhatian Serius

  • Whatsapp

Malukuexpress.com, Pemerintah daerah kabupaten buru selatan di minta secara serius memperhatikan pembangun pasar rakyat dan perumahan warga akibat bencana alam yang terjadi beberapa hari terakhir ini.

Pasalnya pasar rakyat desa waesili yang menjadi perputaran roda ekonomi masyarakat terpaksa harus berhenti sementara untuk beraktifitas menjual dagangan mereka, beberapa bangunan rumah warga masyarakat ikut rusak berat dalam bencana alam itu terutama masyarakat yang tinggal di pinggiran pantai,

Bacaan Lainnya

Hal ini di ungkapkan salah satu toko masyarakat desa waesili kec namrole kab buru selatan Bahar kondoa melalui Via telfon seluler kepada media ini Rabu. 7/7/2021. Menurut Bahar kondoa, kami masyarakat desa Waesili meminta kepada pemerintah Daerah kabupaten buru selatan agar secepatnya menangani masalah ini terutama kepentingan masyarakat, dimana kami sangat mengharapkan bantuan Pemda untuk pembangunan pasar rakyat dan terutama perumahan warga yang mengalami kerusakan berat akibat bencana yang terjadi saat ini.

Warga yang tinggal dekat pantai setiap harinya selalu waspada dan berhati-hati ketika malam hari, kerana beberapa hari terakhir ini angin kencang, hujan lebat dan ombak besar sering menerjang perumahan mereka, bahkan ketika terjadi bencana pada malam hari kami yang tinggal dekat pantai terpaksa harus mengungsi di keluarga.

Bahar mengungkapkan keprihatinya bahwa beberapa rumah warga masyarakat desa waesili yang mengalami kerusakan akibat ombak besar dan angin kencang yang menghantam perumahan warga dan pasar rakyat Waesili kecamatan waesama kabupaten buru selatan.

Rumahan warga yang mengalami kerusakan berat mencapai 20 kepala keluarga (KK) akibat bencana alam yang terjadi beberapa Minggu terakhir ini, terutama kami yang dekat tinggal di pinggir pantai, rumah warga yang terdampak bencana alam terpaksa harus melalukan rehab tiang rumah dengan mengunakan pohon kelapa.

Olehnya untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam di desa Waesili masyarakat bergotong royong untuk melakukan perbaikan rehap ringan di masing-masing rumah mereka dengan mengunakan pohon kelapa sebagai bahan pemicah ombak, sehingga warga hawatir akan terjadi lagi ketika musim timur, saat ini kami selalu waspada ketika tiba-tiba terjadi lagi bencana alam, “Kata Bahar kondoa. (**)

Pos terkait