SELAMAT DAN SUKSES! PROMOSI DOKTOR TEOLOGI ANGKAT REALITAS ANAK JALANAN AMBON, SUARA BAGI ANAK BANGSA YANG TERPINGGIRKAN

Malukuexpress.com, Ambon 5/2/2026
Dunia akademik dan keagamaan kembali diguncang oleh sebuah karya ilmiah yang berani, tajam, dan menyentuh realitas sosial. Telah berlangsung dengan sukses Ujian Terbuka Promosi Doktor Teologi dengan konsentrasi Agama dan Bangsa, mengangkat tema besar:


“Anak Bangsa yang Terpinggirkan: Suatu Tinjauan Agama dan Masyarakat terhadap Realitas Anak Jalanan di Kota Ambon.”

Disertasi ini tidak hanya menjadi pencapaian akademik, tetapi juga tamparan keras bagi nurani bangsa. Di tengah pembangunan dan wacana moral, masih ada anak-anak yang hidup di jalanan Ambon—terlihat setiap hari, namun sering diabaikan.

Penelitian ini menyoroti bagaimana agama seharusnya hadir bukan hanya di mimbar, tetapi di jalanan, bersama anak-anak yang kehilangan ruang aman, pendidikan, dan masa depan. Anak jalanan bukan sekadar persoalan sosial, melainkan cermin kegagalan kolektif masyarakat dan negara dalam menjaga generasi penerus bangsa.

Dalam paparannya, promovendus menegaskan bahwa:
Anak jalanan bukan anak nakal, bukan beban sosial, melainkan korban dari sistem yang timpang dan kepedulian yang tumpul.
Disertasi ini mengajak gereja, lembaga keagamaan, pemerintah, dan masyarakat untuk berhenti saling menyalahkan, dan mulai bertindak bersama. Agama, menurut kajian ini, harus menjadi kekuatan pembebasan—membela yang lemah, memberi suara bagi yang dibungkam, dan harapan bagi yang terpinggirkan.

Ujian terbuka berlangsung dengan penuh dinamika intelektual dan diapresiasi para penguji sebagai karya yang kontekstual, relevan, dan profetis. Isu anak jalanan di Ambon diangkat bukan sebagai angka statistik, tetapi sebagai manusia utuh dengan mimpi dan martabat.

Keberhasilan promosi doktor ini diharapkan tidak berhenti di ruang akademik, tetapi menjadi api perubahan sosial—mendorong kebijakan yang berpihak, pelayanan yang nyata, dan iman yang hidup.
Selamat dan sukses atas capaian luar biasa ini.

Kiranya gelar doktor bukan hanya menjadi simbol keilmuan, tetapi senjata moral untuk memperjuangkan anak bangsa yang selama ini berjalan sendirian di jalanan kota Ambon.(CM)

Pos terkait