MALUKUEXPRESS.COM, MASOHI, MALUKU TENGAH– Pembina Jukulele Pamahanunusa Sri Tauran, mendorong pengembangan bakat dan kreativitas anak-anak melalui pelestarian seni dan budaya lokal. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Lomba Jukulele tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Maluku Tengah, dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Kota Masohi tahun 2026.
Dalam sambutannya, Sri Tauran menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, khususnya Dinas Pendidikan, atas dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut di Masohi 24 Oktober 2026.Menurutnya, dukungan ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap perkembangan bakat, kreativitas, dan karakter peserta didik, sekaligus upaya menjaga kelestarian seni dan budaya daerah sejak usia dini.
Ia berharap dukungan dan kerja sama yang telah terjalin dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang, sehingga semakin banyak anak memiliki ruang dan kesempatan untuk mengembangkan potensi, meraih prestasi, serta mencintai budaya daerahnya sendiri.
“Lomba jukulele ini bukan sekadar ajang untuk menunjukkan bakat bermain musik dan bernyanyi. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana menanamkan kecintaan terhadap seni dan budaya, membangun rasa percaya diri, melatih kedisiplinan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dan sportivitas di kalangan anak-anak,” ungkapnya.
Sri Tauran juga menyampaikan bahwa lomba tahun ini diikuti oleh 15 peserta tingkat SD dan 21 peserta tingkat SMP. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi agenda pembinaan seni dan budaya yang berkelanjutan dan dilaksanakan setiap tahun.
Selain itu, ia mengharapkan dukungan pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perangkat daerah terkait, para guru, orang tua, serta seluruh elemen masyarakat terus diperkuat demi menjaga agar seni dan budaya lokal tetap hidup, berkembang, dan diwariskan kepada generasi penerus.
Dukungan terhadap keberlanjutan kegiatan juga di apresiasikan kepada (MJL) Molucan Jukulele Leader. Dalam kesempatan tersebut, Sri Tauran mengapresiasi pelaksanaan lomba yang telah memasuki tahun ketiga dan berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan yang lebih luas pada penyelenggaraan berikutnya.
Menurutnya, pelaksanaan lomba ke depan perlu melibatkan berbagai perangkat daerah, termasuk sektor pariwisata, UMKM, koperasi, dan perhubungan. Keterlibatan lintas sektor dinilai penting untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan sekaligus membantu mengatasi kendala transportasi dan akomodasi peserta yang berasal dari wilayah yang jauh.
Sementara itu, Sri Tauran dalam sambutannya menegaskan bahwa jukulele merupakan bagian dari identitas masyarakat Maluku dan warisan leluhur yang harus dijaga serta dikembangkan.
Sri mengajak seluruh pihak untuk memberikan ruang bagi anak-anak dan generasi muda dalam mengembangkan kreativitas, sekaligus menanamkan nilai persatuan, sportivitas, dan kecintaan terhadap budaya daerah.
“Ini warisan leluhur kita. Kita lestarikan, kita kembangkan,” tegasnya.
Menurut Sri Tauran
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah pembinaan karakter, pengembangan kreativitas, serta penguatan identitas budaya bagi generasi muda di Kabupaten Maluku Tengah.
Sri Tauran pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut dan memberikan semangat kepada seluruh peserta untuk tampil maksimal, tetap rendah hati, serta terus berkarya dan mencintai seni budaya daerah.
Melalui lomba jukulele ini, semangat pelestarian budaya diharapkan semakin tumbuh di kalangan anak-anak dan menjadi bagian dari upaya bersama membangun generasi Maluku Tengah yang kreatif, berprestasi, dan berkarakter.(CM)






