Stok Obat Di RSUD KS Langgur Habis, Pasien Pasti Kecewa

  • Whatsapp

Langgur, MX.com. Kehabisan Obat-obatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karel Satsuitubun Langgur Kabupaten Kepulaun Kei sudah terhitung satu bulan. Hal ini membuat pasien kecewa berat karena ada pasien yang pengobatannya sesuai dengan jenis penyakit tertentu dan ketergantungan dengan obat-obat yang dimaksud bahkan terkesan disatu sisi ofor stock dan disisi lain obat habis, akibat tata pengelolaan dari manajemen RSUD Karel Satsuitubun Langgur,”Hal ini disampaikan oleh Direktur RSUD KS Langgur dr. Fadila Toatubun diruang kerjanya. Senin (21/10).

Fadila menjelaskan bahwa, terjadi kehabisan obat di Rumah Sakit, dirinya sudah mengambil langkah dengan memanggil kepala Instalasi Farmasi terkait kehabisan obat original maupun injeksi, mereka bawa lis obat dan sudah diantisipasi dengan menandai semua jenis obat dengan cara obat-obat yang sudah habis diberi warna kuning dan yang masih ada sebagai ofor stock (expair) itu diberi warna merah dan yang expair itu cuman beberapa obat saja, tetapi kebanyakan habis yang ditandai warna kuning.

“Saat saya tanya terkait mekanisme pengadaan obat di Rumah Sakit bagaimana, dari bagian Farmasi menjelaskan bahwa ada dua sumber dana yaitu bersumber dari dana alokasi Umum (DAU) dan Badan layanan umum Daerah (BLUD) dana BLUD ini merupakan dana yang dikelola kembali untuk mengantisipasi kekurangan yang terjadi di Rumah Sakit”, “jelasnya.

Sementara, kalau dalam perjalanan obat-obatan habis maka disiasati juga dari dana BLUD jadi dibelanjakan khusus obat yang habis, nantinya di pesan tetapi tidak terlepas dari mekanisme pengadaan barang dan jasa, semuanya di input masuk dalam E-Catalog, nantinya didalam operasional karena ada yang punya kenalan dan kedekatan dengan rekan kerja yang bisa membantu sehingga proses pengadaannya dipercepat dan kita pinjam atau utang sambil menunggu proses. “Keuangannya nanti menyusul”, dari bagian Farmasi menjelaskan bahwa yang kemarin belum terbayarkan uang obat sekitar 30 juta untuk menutupi kekosongan tadi, ini yang menghambat proses yang sekarang termasuk oksigen, namun oksigen sudah teratasi.

Tambahnya, dirinya telah meminta bendahara untuk menandatangani cek pembayaran listrik dan air, kalau tidak, maka dikenakan denda, kalau tunggakan air terlambat bayar maka kita dikenakan denda perhari satu juta. Kalau saya tidak tanda tangan cek lalu kita ambil dana dari mana, untuk menutupi karena masih ada keterbatasan dan kewenanangan saya sebagai direktur yang baru.

Sementara ketersediaan obat untuk triwulan terakhir ini, karena stok habis sudah satu bulan, saya tidak menyalakan manajemen yang lama, tetapi sebaiknya langkah-langkah yang kita antisipasikan untuk tahun berikut itu, jangan lagi ada ofor stock dan kehabisan obat, ini merupakan kesalahan dari bagian perencanaan, saya sudah sepakati dengan Dokter-Dokter spesialis dengan langkah yang saya ambil dengan mengambil daftar List obat yang di berikan dari bagian Farmasi akan diperbanyak sebanyak 13 rangkap untuk dibagikan kepada semua Dokter spesialis dan Dokter Umum,”jelasnya.

Lanjutnya, untuk jenis obat contohnya jenis obat dari abjad A sampai Z, jenis obat yang dipakai nanti di berikan cek list beberapa kali dan jenis obat yang tidak dipakai, maka jangan ditandai, nanti pasar ceck list ini, kita masukan di bagian farmasi untuk menjadi Acuan sebagai pertimbangan dalam menentukan jumlah, ternyata obat-obat jenis ini yang dipakai oleh semua Dokter sehingga kedepan jumlahnya diperbanyak dari tahun kemarin, atau jenis obat tertentu yang kurang dibutuhkan oleh dokter maka dikurangi jumlah maka dengan demikian tidak ofor stock.

Tambahnya, obat-obat ini masuk di BPJS, kalau pengaturan obat diluar, ketentuan BPJS tidak akan melayani dan sekarang obat-obat ini disesuaikan dengan Dokter sehingga tidak terkesan sudah ada pengadaan obat baru mubasir, karena Dokter tidak menggunakan jenis obat tertentu untuk perawatan pasien sehingga, tidak terjadi ofor stock dan disisi lain kehabisan obat, maka kita disiasati dengan sistim itu dan saya sudah perintahkan.

Fadila lebih menjelaskan lagi terkait pembayaran upah yang sering terlambat diakibatkan dari managemen lama itu upah (Gaji) para honorer dan cleaning service itu biasanya dibayar per dua bulan, karena sistim pembayaraannya dengan cara GU termasuk insentif para Dokter ahli Bedah dengan gaji ASN  menggunakan sistim LS namun kami akan berusaha sedapat mungkin kedepan gaji itu dibayar perbulan, sehingga dapat meperkecil masalah termasuk jasa-jasa yang ada di rumah Sakit.

Disaat saya kemarin sebagai direktur yang baru, saya melakukan rapat bersama dengan bagian manajemen dan direktur yang lama, saya pertanyakan soal jasa. Direktur yang lama mengatakan bahwa uangnya sudah ada menunggu rincian sehingga saya tawarkan kalau ada uang jasa, maka dibayarkan secepat mungkin sehingga tidak bermasalah dari semua persoalan yang dihadapi di rumah Sakit,”pungkasnya.

Ditambahkannya, Jadi segala sesuatu itu, tergantung perencanaan, dimana perencanaan itu, kita libatkan semua komponen baik itu manajemen mulai dari cleaning service guna mengetahui permasalahan dan merencanakan kebutuhan itu benar-benar sesuai dengan bidang tugas masing-masing.

“Hanya saja karena pelantikan saya sebagai direktur itu sudah selesai pembahasan anggaran, penyusunan RKA sudah selesai, sehingga saya kemarin dengan bagian perencanaan keuangan hanya mengusulkan dua item yaitu, kegiatan pelatihan tentang Alat kesehatan Sito darah dalam membantu pasien gawat di emergency disaat pemeriksaan darah di Laboratorium maka alat itu bisa memproses hasil pemeriksaan untuk satu orang Bedah dengan alat yang sudah ada kapasitasnya besar menunggu sampel darah yang diperiksa kurang lebih 13 orang baru alat itu berproses, itulah langkah-langka yang di ambil untuk menjawab kebutuhan pasien disaat darurat di rumah Sakit”,”jelasnya.

Untuk itu, Masyarakat peduli kesehatan meminta kepada Direktur yang lama bersama manajemen untuk secepatnya melaksanakan serah terima dengan Direktur yang baru untuk bisa difungsikan tugas dan kewenangan dalam manajemen serta menata rumah Sakit dengan manajemen yang ada guna mengatasi semua keterlambatan dan kekurangan yang terjadi selama ini terutama dalam menghadapi penilaian akreditasi dan HKN nanti. (Metty Naraha)

Pos terkait