Malukuexpress.com, Dalam rangka memberikan ketenangan kepada masyarakat menjelang Idulfitri 2022, Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM) Ambon telah menemukan jenis pangan kadaluarsa kopi Bubuk instan sebanyak 407 kemasan dan bumbu siap saji 252 kemasan saat melakukan intensifikasi terpadu lintas sektor dalam pengawasan pangan olahan selama bulan Ramadhan dan menjelang idul fitri 1442 H tahun 2022.
Kepala BPOM Ambon Hermanto dalam keterangan persnya kepada sejumblah awak media di kantor BPOM Ambon, Rabu 27/04/2022.
Hermanto menjelaskan pelaksanaan intensifikasi pangan olahan yang dimulai sejak tanggal 28 Maret hingga 6 Mei 2022 dengan target pengan olahan tanpa izin edar, pangan kadaluarsa serta kemasan yang rusak pada fasilitas peredaran pangan distributor, toko, supermarket, pasar tradisional hingga penjual parcel.
Dikatakanya dalam pelaksanaan intensifikasi pengawasan pangan olahan ini dilakukan oleh para petugas Balai POM Ambon secara mandiri atau terpadu dan dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan.
Intensifikasi pengawasan di Provinsi Maluku dilakukan dengan metode offline dan mandiri maupun terpadu bersama lintas sektor diantaranya Donas Perdagangan, Dinkes, Dinas Ketahanan Pangan, Direktorat Krimsus Polda Maluku serta lintas sektor laonya,” Ujarnya.
Ditambahkanya selain kopi bubuk instan dan bumbu siap saji yang sudah kadaluarsa, ada juga beberapa pangan olahan kadaluarsa diantaranya tepung bumbu sebanyak 239 kemasan, teh celup sebanyak 234 kemasan dan saus sambal sebanyak 168 yang sudah tidak layak dijual.
Dalam temuan yang dilakaukan oleh petugas di lapangn pada sejumlah fasilitas di gudang sebanyak 2%, distributor sebanyak 20% dan sisanya adalah ritel moderan dan tradisional sebanyak 78%.
Tindak lanjut yang dilakukann oleh pihak Balai POM Ambon terhadap 15 distribusi pangan yang diberikam saksi administratif kepada 7 fasilitas dan pembinaan pada 8 fasiltas.
Untuk itu Iya berharap pada seluruh masyarakan serta pemangku kepentingan dihimbau agar selalu melakukan cek klik pada setiap produk obat dan makanan,” Tutup Hermanto. (*






