BALAP LIAR PICU LEMPAR BATU PEMUDA AMACI vs MANGGA DUA BENTROK

MALUKUEXPRESS.COM
AMBON, 22 Agustus 2026 – Kota Ambon kembali diguncang aksi kekerasan massa. Dua kelompok pemuda, yakni kelompok Amaci dan Mangga Dua, terlibat bentrokan fisik berupa saling lempar batu di Jalan Dr. Tamaela, tepat di depan Rumah Sakit Tentara (RST), Kecamatan Nusaniwe, Sabtu dini hari (22/8/2026) sekitar pukul 04.15 WIT.

Aksi brutal ini bukan sekadar tawuran biasa, melainkan eskalasi dari ketidakpuasan warga terhadap budaya balap liar yang kian meresahkan. Saksi mata, Dolfie Latuperissa (30), membenarkan bahwa keributan dipicu oleh sekelompok pemuda Salobar yang melakukan balapan liar di belakang Kampus PGSD. Teriakan knalpot dan ugal-ugalan di jalan raya akhirnya memancing emosi kelompok lain hingga berujung pada adu kekuatan fisik.

“Saya dengar suara motor ngebut sambil teriak-teriak. Saat saya cek ke pangkalan ojek Mangga Dua, mereka sudah saling lempar batu,” ungkap Dolfie.

Polisi Kewalahan Awalnya, Bantuan Datang Telat 15 Menit

Kondisi lapangan sempat tidak terkendali. Personel Polsek Nusaniwe yang dipimpin IPTU Rudy Ahab tiba di lokasi pukul 04.30 WIT, namun gagal membubarkan massa karena jumlah pelaku yang terlalu banyak dan agresif. Baru 15 menit kemudian, bantuan personel piket Polresta Pulau Ambon & P.P Lease tiba dan berhasil mendispersi massa. Situasi baru dinyatakan kondusif pukul 05.11 WIT.

Kapolresta Pulau Ambon & P.P Lease, Kombes Pol. Andrias Susanto Nugroho, bersama Kabag Ops dan Kasat Samapta turun langsung ke TKP pukul 05.15 WIT untuk memberikan imbauan keras Kamtibmas. Kapolsek Nusaniwe menegaskan pihaknya telah melakukan Pulbaket (Penyelidikan dan Pengumpulan Bahan Keterangan) serta berkoordinasi intensif dengan tokoh pemuda dan masyarakat.

Peringatan Keras: Balap Liar Adalah Pemicu Kekerasan Massal

Insiden ini menjadi tamparan keras bagi penegakan hukum di Ambon. Balap liar bukan lagi sekadar pelanggaran lalu lintas, tetapi telah bertransformasi menjadi pemicu konflik sosial horizontal yang mengancam nyawa dan ketertiban umum. Polisi mengimbau orang tua dan tokoh adat/masyarakat untuk tidak lepas tangan. Pengawasan ketat pada jam rawan dini hari mutlak dilakukan sebelum korban berjatuhan.

Hingga berita ini diturunkan, personel Polsek Nusaniwe masih melakukan monitoring ketat di sekitar Jl. Dr. Tamaela untuk mencegah aksi balas dendam atau keributan susulan.(CM)

AmbonViral #TawuranAmbon #BalapLiarAmaciManggaDua #PolriPeduli #KamtibmasMaluku #StopBalapLiar #Nusaniwe #RSTAmbon. (*

Pos terkait