MALUKUEXPRESS.COM
Ambon, 20 Agustus 2026 — Sampah sungai yang selama ini bermuara ke Teluk Ambon kini menjadi sasaran serius Pemerintah Kota Ambon. Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) mulai menjajaki kerja sama strategis dengan organisasi internasional Ocean Cleanup untuk menghadang aliran sampah dari sungai sebelum semakin membebani ekosistem Teluk Ambon.
Pertemuan awal digelar Kamis, 20 Agustus 2026, dan menjadi sinyal kuat bahwa persoalan sampah sungai tidak lagi bisa ditangani secara parsial.
Sembilan sungai besar yang bermuara ke Teluk Ambon masuk dalam radar intervensi.
Pertemuan tersebut dihadiri Walikota Ambon, Wakil Walikota Ambon, Sekda Kota Ambon, Kepala DLHP Kota Ambon, PUPR Kota Ambon, perwakilan BRIN, Balai Wilayah Sungai, komunitas Green Molucas, serta perwakilan Ocean Cleanup dari Belanda, yang diwakili Mrs. Maike.
Ocean Cleanup memaparkan rencana teknis awal pemasangan solusi pengendalian sampah di sejumlah sungai prioritas. Teknologi yang akan diterapkan nantinya harus disesuaikan dengan kondisi arus, hidrologi, lingkungan, serta karakter sampah di masing-masing lokasi.
SEMBILAN SUNGAI, SATU MISI: STOP SAMPAH SEBELUM MASUK TELUK
Pembahasan tidak berhenti pada pemasangan alat.
Pemkot Ambon dan para pemangku kepentingan membahas secara menyeluruh bagaimana sampah yang berhasil ditangkap akan dikelola—mulai dari pengangkutan, pemilahan, pengolahan, potensi daur ulang hingga integrasi dengan sistem persampahan kota.
Koordinasi juga mencakup pembagian peran antara DLHP, Balai Wilayah Sungai, PUPR, BRIN dan komunitas lokal.
Artinya, yang dibangun bukan sekadar alat penangkap sampah, tetapi sebuah sistem.
BRIN turut memberikan masukan ilmiah terkait pemantauan kualitas air dan dampak ekologis, sementara Green Molucas diharapkan menjadi salah satu mitra penting dalam pendekatan berbasis masyarakat.
BUKAN HANYA BERSIH-BERSIH, TAPI MENGUBAH PERILAKU
Pemkot Ambon juga menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dari solusi.
Program edukasi, pemberdayaan komunitas, pencegahan pembuangan sampah ke sungai, hingga aksi bersih akan menjadi bagian dari pendekatan yang disiapkan.
Sebab, menangkap sampah di hilir tanpa menghentikan sampah dari sumbernya hanya akan menjadi pekerjaan tanpa akhir.
Karena itu, intervensi teknologi akan berjalan beriringan dengan perubahan perilaku dan penguatan sistem pengelolaan sampah.
PILOT PROJECT SEGERA DISIAPKAN
Setelah pertemuan dengan Walikota Ambon, pembahasan dilanjutkan secara teknis antara DLHP Kota Ambon dan Balai Wilayah Sungai.
Tahap berikutnya meliputi penyusunan rencana kerja bersama, studi kelayakan lokasi, penentuan lokasi prioritas, serta penyusunan jadwal implementasi pilot project di 1–2 lokasi.
DLHP Kota Ambon juga menyiapkan sejumlah agenda penting:
Penyusunan work plan bersama.
Penyusunan MoU sebagai landasan kerja sama.
Pelaksanaan pilot project di lokasi prioritas.
Program edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
Sistem pengumpulan data volume dan komposisi sampah.
Pemantauan efektivitas perangkat penangkap sampah.
Penguatan sistem pengelolaan sampah setelah proses penangkapan.
OCEAN CLEANUP SIAP TRANSFER TEKNOLOGI
Ocean Cleanup menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan Pemerintah Kota Ambon dan mitra lokal.
Dukungan yang dibahas mencakup transfer teknologi, pelatihan operasional serta bantuan teknis agar solusi yang diterapkan benar-benar sesuai dengan karakteristik sungai dan kondisi lingkungan Ambon.
Walikota Ambon menyambut baik inisiatif tersebut dan menegaskan komitmen pemerintah kota untuk mendukung berbagai langkah yang dapat menurunkan beban sampah di sungai sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan Teluk Ambon.
Teluk Ambon bukan tempat sampah.
Dan pesan dari langkah hari ini jelas:
SAMPAH HARUS DIHENTIKAN SEBELUM SAMPAI KE TELUK.
Pemkot Ambon menilai persoalan ini membutuhkan kerja bersama lintas sektor—pemerintah daerah, pemerintah provinsi, lembaga penelitian, instansi teknis, organisasi internasional dan terutama masyarakat.
Detail teknis serta timeline pelaksanaan akan diumumkan setelah studi kelayakan dan finalisasi MoU selesai.
Kini publik tinggal menunggu satu hal:
Kapan pilot project benar-benar dimulai dan sungai mana yang menjadi lokasi pertama?
Masyarakat Ambon juga diajak menjadi bagian dari gerakan ini dengan tidak membuang sampah ke sungai, mengurangi sampah plastik, serta ikut dalam program edukasi dan aksi bersih lingkungan.
Dari sungai, kita selamatkan Teluk Ambon. Dari Ambon, kita tunjukkan bahwa persoalan sampah bisa dilawan dengan teknologi, kolaborasi, dan keberanian untuk berubah.(CM)
#DLHPKotaAmbon #PemkotAmbon #OceanCleanup #TelukAmbon #AmbonBersih #StopSampahKeSungai #SungaiBersih #SaveAmbonBay #GreenMolucas #Maluku #Indonesia






