Charles Samangun Ajak Komponen Masyarakat Bangun Tanimbar Dengan Hati.

Saumlaki, Malukuexpress.com– Bakal Calon Bupati Kepulauan Tanimbar, Charles Samangun mengajak seluruh komponen masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, untuk bersatu hati membangun daerah julukan Duan-Lolat itu dengan hati dan menghindari konflik kepentingan.

Hal ini disampaikan menyusul berbagai polemik yang dibangun oleh sekelompok orang dalam diskusi di sejumlah media sosial beberapa pekan terakhir.

Bacaan Lainnya

“Pikiranmu memiliki kekuatan besar dalam membentuk perasaan dan pengalamanmu dalam hidup. Ketika kamu memahami dan menghargai kekuatan pikiranmu, kamu dapat menciptakan realitas, yang lebih positif dan memuaskan. Setiap pikiran yang kamu pilih untuk fokus, memiliki dampak langsung pada perasaan dan suasana hatimu,” ulas Samangun saat dihubungi media ini, Jumat (5/7/2024).

Menurutnya, jika setiap orang memilih untuk memusatkan pikiran pada hal-hal positif dan penuh harapan, maka pasti akan merasakan kebahagiaan dan kepuasan yang mendalam.

Sebaliknya, jika terus menerus memikirkan hal-hal yang negatif atau membebani, maka tentu akan merasakan stress dan kecemasan yang lebih besar.

Hal ini merupakan kunci untuk menjaga kesehatan mental dan finansial ditengah tengah tekanan hidup.

Mengendalikan pikiran adalah skill penting untuk mewujudkan kebahagiaan, ketenangan, yang diimpikan dalam hidup dan jangan lupa andalkan Tuhan.

Dasar pemikiran tersebut sama halnya dengan pemikiran yang perlu diwujudkan untuk membangun daerah Kepulauan Tanimbar yang lebih baik.

“Di awali dari diri pribadi, keluarga, dan orang-orang yang berada disekitar kita, kita harus menjadi lilin untuk menerangi dan garam untuk memberikan rasa. Sehingga lilin yang menerangi dalam kegelapan itu akan memberikan terang agar kaki kita tidak terantuk pada batu yang menyebabkan kita akan jatuh. Dan garam berfungsi untuk memberikan rasa aman, nyaman, dan saling percaya antara satu dengan yang lain” katanya.

Samangun menilai, situasi dan kondisi Tanimbar saat ini seolah membuat sebagian orang kehilangan kepercayaan terhadap sesama, saling mencurigai, saling menjatuhkan, bahkan saling menjerumuskan.

Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme membuat jurang kehidupan sosial sangat dirasakan di bumi Duan Lolat jika membaca setiap postingan di sejumlah whatsApp group Tanimbar.

Kondisi ini menandakan bahwa tidak ada lagi saling hormat menghormati, tidak ada saling memandang siapa Duan dan siapa Lolat, semua hanya isapan jempol belaka.

“Apakah ini yang kita sebut sebagai anak adat, orang yang berbudaya?” tanyanya.

Samangun yang saat ini sedang menanti keputusan dukungan sejumlah pimpinan partai untuk maju dalam bursa Pemilukada 2024 di Kabupaten Kepulauan Tanimbar menambahkan, gambaran yang sama juga sedang diperagakan oleh birokrasi di Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang membiarkan saling tuduh menuduh bahkan bahkan saling memenjarakan karena money politic atau yang konon santer dengan istilah “uang merah-merah”

Padahal, sumber daya alam Tanimbar saat ini sedang dicuri oleh mereka-mereka yang tidak tau asal usulnya, namun Pemda terkesan diam seribu bahasa bagaikan anjing menggonggong kafilah berlalu.

“Terlintas pertanyaan apakah Pemda sedang mati suri atau mati rasa..?” herannya.

Dia mengajak semua komponen di Tanimbar agar dalam tahun politik ini, lebih memperagakan budaya Duan Lolat, budaya malu, jika masih punya urat malu dan bukan menghalalkan segala cara untuk meraih harta, tahta, dan popularitas atau jabatan.

“Ingat, apa yang engkau tanam hari ini, besok, lusa atau tahun depan engkau akan menuainya. Harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama. Untuk itu, ukirlah tinta emas dalam setiap langkah hidup kita agar dengan berlalunya kita maka kenangan indahlah yang akan menjadi bagian kehidupan anak cucu kita,” tutupnya. (*

Pos terkait