Charles Samangun Figur Potensial Beraroma Militer Dan Hamba Tuhan Siap Berkontestasi Pada Pilkada KKT

Saumlaki, Malukuexpres.com, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak akan diselenggarakan pada tanggal 27 November 2024, namun animo masyarakat untuk mensukseskan hajat lima tahunan tersebut kian hari kian menghangat.

Untuk diketahui, Salah satu figur muda dari kalangan Militer dan Hamba Tuhan yang muncul yaitu Charles Samangun.M.Th yang akrab disapa Cs Pria kelahiran 1975 lulusan Sekolah Tinggi Teologi Andatu dan menyandang S2 Theologi ini digadang-gadang masuk bursa pencalonan Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar

Bacaan Lainnya

Charles Samangun yang dikenal dengan sebutan CS ini, mendorong sebagai anak negeri Duan Lolat, harus memberikan etika politik yang baik kepada masyarakat. baik sebagai figur bakal calon tidak saling menyudutkan dan menyalahkan sebelum partai memberikan rekomendasi kepada salah satu bakal calon Bupati.

Dijelaskan, tidak ada seorang bakal calon Bupati atau tim sukses salah satu Bacalon yang mengklaim bahwa partai ini telah dibeli atau dikuasai oleh salah satu Bacabup tertentu. hindari berita hoax dan menyesatkan. namun mari kita melangkah bersama dan saling support untuk Tanimbar yang lebih baik.

Untuk itu, kita harus bijak dalam menyampaikan informasi atau berita kepada Publik agar masyarakat tidak dibuat bingung dengan adanya banyak pemberitaan yang beredar dalam medsos. karena sebagai anak Duan Lolat memiliki hak yang sama untuk dipilih dan memilih melalui pesta demokrasi yang akan dilaksanakan.

Oleh karena itu, jangan kita memilih kucing dalam karung. karena penyesalan akhir tidak ada gunanya. Charles memandang pentingnya mengenal siapa calon pemimpin masa depan kita yang cocok memimpin Tanimbar menuju ke hal yang lebih baik.

Untuk diketahui, Bung Charles adalah figur prajurit sejati, hamba Tuhan, yang sudah pasti memiliki strategi dan hati seorang hamba. sosok alternatif untuk menahkodai KKT kedepan.

Selain itu, Figur yang Tegas, dan rendah hati adalah kunci dalam sebuah kepemimpinan menjadi refleksi dari harapan Masyarakat Tanimbar secara umum.
Jika ya katakan ya, dan jika tidak katakan tidak.

Bung Charles tidak ada kompromi dengan korupsi, kolusi, dan nepotisme, sebab ini adalah akar dari pada sebuah kehancuran atau kemiskinan yang berkepanjangan.
dan semua itu dapat diatasi dengan munculnya seorang pemimpin sejati, pemimpin yang tegas dan rendah hati, pemimpin yang takut akan Tuhan, pemimpin yang berjiwa hamba.

Lebih lanjut, Bung CS merasa terpanggil pulang kampung adalah menunjukkan akan rasa cintanya kepada negeri yang sedang dilanda kemiskinan dan ketertinggalan dalam segala aspek.

Dengan bermental prajurit Kopassus, Paspampres, Bung Charles pasti memahami akan artinya sebuah kepemimpinan.
Kepemimpinan Kristus Yesus adalah contoh atau teladan yang tepat bagi Bung CS untuk memimpin negerinya.
Pemimpin yang melayani, bukan dilayani.

Selanjutnya, Pemimpin yang ingin berkorban, bukan mengorbankan orang lain.
Pemimpin yang mau memberi, bukan mengambil atau merampok negerinya.
Pemimpin yang tidak gila hormat atau haus akan kekuasaan.
Ini lah yang akan Bung CS terapkan jika ia diizinkan Tuhan untuk melayani masyarakat KKT.

Bung Charles memiliki banyak pengalaman dan jaringan di ibu kota Jakarta maupun istana Negara.
Modal dasar inilah yang akan ia gunakan untuk berjuang menghantarkan Tanimbar kepada kehidupan yang bermartabat.
Dirinya ingin menjadi bagian dari solusi untuk menata, membangun dan mengembangkan Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Moto yang dilontarkan adalah jangan tanya apa yang Tanimbar berikan kepada kita, tetapi tanya kepada diri kita, apa yang telah kita berikan kepada Bumi Duan Lolat ini. oleh karena itu Bangkit, bergerak, dan maju bersama adalah kunci menuju kesuksesan.

“Sudah saatnya Tanimbar kembali kepada identitasnya sebagai Negeri yang BERADAT sesuai Falsafah Duan Lolat. Si Alang, Kida Bela, Duan Lolat, kita pertahankan sebagai warisan budaya leluhur yang perlu kita lestarikan.
Jangan bilang beta Tanimbar, jika kita masih mengambil hak orang lain.
Jangan bilang beta Tanimbar, jika masih menyakiti, menghujat, memfitnah sesama anak Tanimbar.
Jangan bilang beta Tanimbar, jika sesama kita masih saling menjatuhkan.
Beta Tanimbar, Ale Tanimbar, artinya mari, Katong baku kele, baku gandeng, baku kuda untuk Tanimbar yang lebih baik.

Dirinya berharap siapapun yang mempunyai niat baik, konsep baik untuk kemajuan Tanimbar, mari Katong sama-sama menyatukan langkah dan kekuatan, karena pada hakikatnya tidak ada kekuatan selain dengan kebersamaan dan kekuatan politik adalah salah satu amanat yang harus kita tempuh dalam momentum kontestasi Pilkada yang akan datang,tutup Samangun. (*

Pos terkait