Persidangan Ke 52 Klasis GPM Pulau Ambon Digelar

Pendeta Rudy Rahabeat Wakil Sekretaris Umum MPH Sinode 

Malukuexpress.com, Klasis GPM Pulau Ambon Menggelar Persidangannya yang ke 52 berlangsung di Jemaat GPM Imanuel OSM. Minggu (25/4) diikuti perwakilan dari 23 Jemaat Se klasis GPM Pulau Ambon. Pendeta Rudy Rahabeat Wakil Sekretaris Umum MPH Sinode  mewakili Ketua Sinode, ketika membuka persidangan ke-52 tersebut mengungkapkan, bersyukur kepada Yesus Kristus Kepala Gereja untuk mengijinkan pelayanan kami bersama dengan 1000 lebih Pendeta dan ribuan Para Penatua dan Diaken bersama dengan warga jemaat GPM Imanuel OSM ini, setelah kita menyelesaikan sidang Sinode ke 38.

Dikatakan persidangan ini sebagai upaya, kharisma serta potensi bersama jemaat, membangun tubuh Kristus dan sebagai imamat orang percaya serta sebagai tubuh Kristus yang berhubungan dengan darah dan daging, itu berarti berhubugan dengan berbagai problema kita. Ditegaskan bagaimana gereja GPM Maluku dan Maluku Utara memberikan aspek yang sungguh-sungguh serius kepada aspek kesehatan dan pendidikan.

Pendeta Rudy Rahabeat Wakil Sekretaris Umum MPH Sinode dan Ketua Klasis Pulau Ambon Pdt. Rico Rikumahu

Usai membuka persidangan, yang ditandai dengan menekan tombol Sirene, dilanjutkan dengan wawancara dengan wartawan, didampingi Ketua Klasis Pulau Ambon Pdt. Rico Rikumahu, Pendeta Rudy Rahabeat mengatakan, mengacu pada Tema tahunan, yakni Menjadi Gereja Yang Menghamba, Kepada Allah Demi Kesejahteraan Semua Orang.

Pendeta Rudy Rahabeat lebih menekankan kepada Menghamba, yang berarti merenda diseluruh kehidupan kita, misalnya sebagai pemimpin bagaimana kita bertindak dan melayani dengan penuh Kasih, termasuk menghamba kita berkorban bukan saja untuk kepentingan Gereja, tapi juga kepentingan banyak orang atau masyarakat.

Dimasa covid 19 ini jemaat di-GPM mengalami pergumulan yang sangat serius. Diharapkan melalui sidang klasis Pulau Ambon yang ke 52 ini peran gereja semakin ditingkatkan, terutama GPM menyambut 1 abad tahun 2035

Sementara itu, Ketua Klasis Pulau Ambon Pendeta Rico Rikumahu mengungkapkan, di sidang Klasis GPM Pulau Ambon yang ke-52, langkah-langkah yang gereja tempuh di masa pandemik ini, karenanya di bulan Oktober, November, tim Litbang melakukan penelitian guna menangkap respon pelayan ataupun warga jemaat.

Di Klasis pulau Ambon, terkait covid 19 dan muncul pemikiran teologi, yang kalau dinilai jauh dari teologi yang dianut GPM, misalnya, ada yang berpendapat pandemi covid 19 ini adalah cara Tuhan menegur, namun ada yang mengatakan ditengah covid 19 Tuhan itu tidak ada, disebabkan berdoa-dan berdoa virus tidak pernah mati, karena itu, warga jemaat GPM atas nama kelaparan, mereka keluar dengan badan terbuka masuk ditengah yang sementara kacau ini, dengan segala resiko, yang penting mereka jangan lapar, jika mati sama juga. Dengan begitu diklasis, terjadi diskusi mendisain kembali kegiatan yang lebih praktis, guna menangani persoalan yang bersifat Maiset, Pramatis yang terjadi ditengah jemaat.

Menurutnya persoalan yang lazim muncul berulangkali di Klasis bahkan di-jemaat sehingga kita berusaha, bisa menemukan, misalnya, tawuran yang sering terjadi di OSM ini, sudah sangat lama persoalan ini hampir tidak dapat ditangani, namun jika tawuran ini selalu saja terjadi, warga bersama pihak-yang berkepentingan dapat menyelesaikan secara cepat, namun ada juga persoalan yang bermunculan seperti persoalan keluarga, perselingkuhan, kekerasan dalam rumah tangga, perceraian, persoalan seperti ini harus cepat ditangani, demikian harapan gereja dalam persidangan klasis yang ke 52 ini, “tutup Pdt Rikumahu. (L2B)

 

Pos terkait